HARGA BERAS ANTAR PULAU DI PAPUA NAIK LIMA PERSEN

share on:
Ilustrasi Beras (ist)

Jayapura 27/9 (Jubi) Harga Beras antar pulau di Papua naik Rp 5000 hingga Rp 20.000 atau lima persen. Hal ini dibenarkan salah satu pedagang di Kota Jayapura dan Disperindagkop Provinsi Papua.

Elsye Pekade, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Papua menjelaskan, beras antar pulau, biasanya didatangkan  dari Surabaya dan Makassar.

Pihaknya memberikan contoh, misalnya harga beras 10 kilogram yang tadinya berkisar Rp 110-115 ribu, kini naik menjadi Rp 117-120 ribu. “Stok itu selalu ada setiap hari, itu yang kita lakukan. Pemantauan khusus untuk harga, kita lakukan setiap hari. Ya solusinya untuk itu harus meningkatkan produksi lokal dan mengurangi import. Penghasil Merauke saja, dia belum bisa,” kata Elsye Pekade, Jumat (27/9).

Disperindagkop sendiri juga membenarkan bahwa produk beras jenis lokal yang dihasilkan dari Kabupaten Merauke dan wilayah Koya, Kota Jayapura belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan produksi yang masih terbatas, “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk dapat memajukan produk lokal agar Papua tak lagi mendatangkan beras dari luar,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pedagang di Entrop, Kota Jayapura, Pipit Supartin membenarkan adanya kenaikan beras dagangannya. “Iya benar pada naik, Beras Betet 25 kilo sebelumnya Rp 275 ribu, sekarang Rp 288 ribu. Beras Putri Thailand sebelumnya Rp 280 ribu, sekarang Rp 285 ribu. Sedangkan beras dolog masih tetap Rp 150 ribu,” kata Pipit yang bisa di sapa Mama Fendy, Jumat (27/9). (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HARGA BERAS ANTAR PULAU DI PAPUA NAIK LIMA PERSEN