WWF ASMAT TERUS MEMPERLUAS WILAYAH RESTORASI DAN PEMETAAN

share on:
Pemasangan Papan Nama Persemaian di Kampung Yepem (Jubi/Mawel)

Jayapura, 28/9 (Jubi) – Koordinator Forest WWF Asmat, Agust Wianimo, mengatakan pihaknya terus memperluas wilayah retorasi di Kabuoaten Asmat. Program retorasi awal dari dua kampung, kini menambah satu kampung lagi.

“Dari dua persemaian yang berada di Yepem dan Per, sekarang sudah tambah satu persemaian lagi di Kampung Suru, Distrik Agast,” tutur Agust  ke tabloidjubi.com melalui telepon selulernya, Sabtu (28/9).

Tiga kampung ini, kata Agust, masuk wilayah pantai yang kritis. Warga bersama pihak WWF terus memantau perkebangan persemaian sebelum melakukan penanaman. “Perkembangan sekarang lagi tahap monitoring perkebangan dan pertumbuhan benih. Kalau penyemaian itu berkebangan bagus, penamanan akan dilakukan di sepajang bibir pantai Kampung Yepem dan Kampung Per. Waktu penamanan belum pasti. Kita lihat pertumbuahan bibit pohon yang kita semai,” jelasnya.

Terget retorasinya di semua tempat kritis. “Target retorasi untuk lahan kritis dan pesisir pantai yang kritis. Untuk lahan kristis baru direncanakan mau dilakukan restorasi di Kampung Beco dan Kampung Jipawer (sekrang lokasi pendampingan community restorasi) tatapi belum dilakukan,” tutur Wika Rumbiak, salah satu aktivis WWF Asmat.

PEMETAAN WILAYAH ASMAT

Menurut Wika, pihak WWF terus melakukan pemetaan wilayah dari kampung ke kampung, distrik ke distrik di seluruh wilayah Kabupaten Asmat, Papua. “Pemetaan skala1:250.000 tahun 2009 sampai 2010 hampir seluruh distrik, luasnya tempat penting yang dipetakan kurang lebih 660.000 ha, lalu pemetaan detail skala kampung dilakukan 2013 sampai 2014 tersebar di 39 kampung,” tuturnya

Wika yang juga Koordinator Pendampingan Pemetaan Wilayah Asmat melalui pesan singkatnya dari Asmat kepada media tabloidjubi.com, Sabtu (28/9), pemetaan itu untuk menentukan kawasan penting dalam kehidupan masyarakat adat. “Kawasan terpenting meliputi kawasan dusun sagu, tempat berburu, sumber air bersih, tempat persingahan leluhur atau lokasi perjalan leluhur atau tempat keramat,”tuturnya.

Menurut Wika, pemetaan skala kampung mulai dilakukan. “Pemetaan sudah dilakukan di Distrik Suru-Suru, akan dilakukan lagi, pemetaan selanjutnya di Distrik Kolfbraza. Pemetaan ini akan membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan, pengembangan wilayah kota/kabupaten.

Salah satu putra suku asli di Asmat, Musa Amiset yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, pemetaan itu sangat membantu masyarakat. “Saya pikir itu sangat penting bagi masyarakat,” tuturnya. (Jubi/Mawel)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WWF ASMAT TERUS MEMPERLUAS WILAYAH RESTORASI DAN PEMETAAN