LOKASI PENDULANGAN AKAN DIBANGUN OUTLET KONDOM

share on:

Timika, 1/10 (Jubi) – Warga masyarakat kelompok pendulang liar di sepanjang aliran Kali Kabur di areal PT. Freeport Indonesia, menjadi kelompok berisiko terinfeksi HIV-AIDS. Sehingga Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) berencana akan menyediakan outlet kondom pada beberapa titik di kawasan itu.

Hal ini disampaikan, Direktur Eksekutif Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Ernest Vincent Sia, sekaligus menjelaskan, saat ini terdapat ribuan pendulang liar memadati area Kali Kabur khususnya di areal PT Freeport Indonesia di Mil 74.

“Ribuan pendulang liar itu sangat rentan terinfeksi HIV-AIDS mengingat dari laporan yang diterima sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Timika sering dibawa ke kamp pendulangan di Kali Kabur, sebabnya dalam tahun ini akan masuk kesana, karena tentu akan sangat rentan terinfeksi HIV-AIDS karena selalu ada orang  yang datang dan pergi,” ujar Ernest di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (1/10).

Dari informasi yang diterima, selama lebih dari satu tahun terakhir YCTP bekerja sama dengan lembaga donatur USAID melaksanakan program penanggulangan HIV-AIDS di tiga distrik di Mimika yaitu Mimika Baru, Mimika Timur dan Kuala Kencana. “Kegiatan yang kami lakukan adalah untuk mendukung program pemerintah dalam  menekan angka kasus HIV-AIDS di Mimika yang sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 3.600 kasus.” Jelasnya.

Ditambahkan, juga apa yang kami kerjakan selama ini sejalan dengan Renstra Komisi  Penanggulangan AIDS (KPA). Kita selalu berkoordinasi secara baik dengan KPA dan mereka memberikan dukungan dalam banyak hal seperti penyediaan brosur informasi, kondom dan kerja sama dalam hal pelatihan tenaga pendamping serta pertemuan Focus Grup Discution (FDG).

Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Mimika, Reynold Ubra menuturkan, kawasan pendulangan liar di sepanjang aliran Kali Kabur (Sungai Aijkwa) selama beberapa tahun terakhir menjadi sarang baru penyebaran kasus  HIV-AIDS.  Sehingga tempat itu telah menjadi perhatian besar dan pekerjaan rumah bagi  Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

“Persoalan bukan hanya kasus HIV-AIDS, tetapi masalah kesehatan lainnya, status kependudukan dan ganguan keamanan lainya.  Oleh karena itu dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan mengundang semua take holder untuk  menata area pendulangan kali kabur dengan baik meskipun area pendulangan merupakan kawasan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia tetapi  para pendulang merupakan masyarakat yang harus di perhatikan untuk menghindari kasus HIV-AID,” tandasnya. (Jubi/Eveerth)