GPRP DATANGAI KPU PAPUA TANYAKAN KINERJA TIMSEL

share on:
GPRP Demo Kantor KPU Papua.(Jubi/Alex)

Jayapura, 7/10 (Jubi) – Puluhan massa yang menakan diri Gabungan Peduli Rakyat Papua (GPRP), Senin (7/10) siang, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, guna mempertanyakan kinerja Tim Seleksi (Timsel) KPUD Kabupaten Tolikara.

Puluhan massa yang datang dengan menggunakan kendaraan roda empat ini, dan membawa spanduk besar bertuliskan “GPRP menolak kinerja KPU provinsi dan Timsel KPUD Kabupaten Tolikara tentang tahapan penetapan 10 besar calon anggota KPUD Tolikara, karena tidak sesuai dengan PKPU No.2 Tahun 2013,” itu, langsung berorasi di depan Ketua KPU Papua Adam Arisoy yang didampingi beberapa anggota KPU.

“Timsel KPUD Kabupaten Tolikara melaksanakan seleksi sesuai dengan pemberitahuan pengumuman dengan nomor surat: 03/TIMSEL/KPU-VI/2013 adalah sistem gugur.Namun kenyataannya yang terjadi orang yang sudah gugur hasil ujian tertulis dan satu tahapan yaitu tahapan wawancara tidak ikut atas nama Ibu Beatrik Ibo yang lolos sampai 10 besar,” kata Koordinator GRPP Dandrem Karoba, saat sampaikan orasi di depan kantor KPU Papua, Senin (7/10).

Yang menjadi pertanyaan, sampai bisa masuk 10 besar ini nilai belinya atau sulap atau dari mana nilai ini bahkan timsel KPUD Tolikara banyak kecurangan dalam tahapan seleksi tidak bisa satu persatu sesuai Peraturan KPKPU nomor 02 tahun 2013 ini merupakan pembohongan publik yang dilakukan oleh Timsel KPUD Kabupaten Tolikara. “Ketua dan anggota Timsel Kabupaten Tolikara harus jujur dan netral untuk menentukan calon KPUD Tolikara, tidak boleh intervensi kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Ditambahkannya, Timsel KPUD Kabupaten Tolikara benar-benar melanggar peraturan komisi pemilihan umum dan ada bukti, sehingga KPU Provinsi Papua harus profesionalisme menyelesaikan persoalan ini.

Sementara itu, ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy mengaku, proses seleksi sudah jelas dan hasil seleksi yang masuk 10 besar tidak ada intervensi dari pihak manapun terutama dari KPU Provinsi Papua. “Jika ada yang merasa dirugikan silahkan menempuh jalur hukum atau ada ranah hukum, kami buka ruang hukum silahkan gugat, agar supaya diketahui siapa yang salah dan benar. Proses seleski sudah selesai dan saat ini sudah dilakukan uji kelayakkan, KPU Papua tidak pernah merugikan,” kata Adam. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GPRP DATANGAI KPU PAPUA TANYAKAN KINERJA TIMSEL