IMUNISASI PERTAMA DI DOGIYAI

share on:
Seorang ibu dan anak usai mendapat layanan Imunisasi TT dan WUS di Dogiyai. (Foto: Niko Tigi)

Jayapura, 10/10 (Jubi) – Selama ini warga di Kabupaten Dogiyai, Papua yang berdomisili di 10 distrik, belum secara rutin mendapat layanan imunisasi. Padahal, ibu dan anak di daerah itu rentan terkena berbagai jenis penyakit berbahaya.

“Sesuai pengakuan dari masyarakat dan petugas Puskesmas, selama ini belum pernah adakan pelayanan imunisasi. Hal itu sangat disayangkan, karena ini menyangkut keselamatan ibu dan anak,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Kristianus Tebai, di Hotel Relat Argapura, Jayapura, Kamis (10/10) usai mengikuti Rapat Koordinasi Penangggulangan Penyakit Menular Tingkat Provinsi Papua.

Menanggapi kenyataan itu, pejabat yang baru dilantik oleh Bupati Thomas Tigi ini melakukan pendataan dan koordinasi untuk membuat kebijakan dalam memberi layanan kesehatan bagi masyarakat setempat. “Salah satunya, selama satu bulan sejak tanggal 1 September sampai 3 Oktober 2013, kami adakan kegiatan Imunisasi Rutin di 79 kampung yang ada di di wilayah Kabupaten Dogiyai,” kata Kristianus.

Kegiatan imunisasi, menurut dia, sangat penting karena akan menurunkan angka kesakitan dan kematian dari berbagai penyakit seperti TB Paru, Tetanus, Campak, Polio, Disentri, Hepatitits, dan lain-lain. Dengan imunisasi, anak balita terlindung dari penyakit infeksi yang berbahaya. Juga, imunisasi untuk ibu hamil, wanita usia subur dan imunisasi tambahan yang dilakukan setelah ditemukan kasus di lapangan.

“Layanan imunisasi rutin selama satu bulan ini kami lakukan di 79 kampung dengan wilayah kerja 11 Puskesmas, 21 Puskesmas Pembantu dan 3 Polindes. Imunisasi bagian dari program penyelamatan ibu dan anak agar generasi selamat,” kata alumni Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dalam kegiatan imunisasi, pihaknya melibatkan semua staf dinas dan stas Puskesmas. Pelepasan dan penarik tim medis, kata dia, dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai. Kegiatan imunisasi itu sendiri, kata Kristianus, sudah berjalan dengan lancar. Warga juga sangat antusias untuk mendapat layanan imunisasi.

“Terlaksananya kegiatan imunisasi dan pengobatan massal di kampung-kampung selama satu bulan, berkat dukungan dana dari Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai. Kami sangat berterimakasih, dan juga kepada semua tim serta pihak-pihak lain yang telah mendukung kami,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Moanemani, Distrik Kamuu, Yanuarius Goo mengatakan, imunisasi yang diberikan selama sebulan di wilayah Kabupaten Dogiyai, dirasakan manfaatnya. Masyarakat khususnya ibu dan anak terbantu setelah mendapat layanan imunisasi rutin.

“Selama ini imunisasi rutin hanya diadakan di Puskesmas Moanemani dan Idakebo. Sedangkan yang lain belum, salah satu alasan karena belum ada cold chain. Jadi, kami sangat apresiasi dengan imunisasi di kampung-kampung,” kata Yanuarius.

Kepala Puskesmas Modio, Distrik Mapia Tengah, Daniel Tekege, menyebut kegiatan imunisasi ini pertama kali dilakukan setelah ada Kepala Bidang P2MK baru. Kata dia, sekarang ada banyak perubahan di dalam dinas maupun program layanan kesehatan masyarakat.

“Salah satunya kegiatan besar yang kita laksanakan selama sebulan ini yakni imunisasi di kampung-kampung,” ujarnya sembari menambahkan, layanan kesehatan demikian sangat penting bagi masyarakat apalagi melihat tingkat kerentanan kasus penyakit selama ini.

Sebelum turun ke lapangan, selain vaksin imunisasi, pihak Dinkes Dogiyai juga bekali tim medis dengan obat-obatan untuk pengobatan massal gratis kepada masyarakat kampung.

Diberitakan sebelumnya, launching Pekan Imunisasi di Kabupaten Dogiyai dibuka secara resmi Bupati Thomas Tigi di Puskesmas Apouwo, Distrik Piyaiye. (Jubi/Markus You)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  IMUNISASI PERTAMA DI DOGIYAI