DELEGASI KEPULAUAN SOLOMON TERIMA US$ 80.000 SAAT KUNJUNGI INDONESIA

share on:
Kepulauan Solomon (Dok. Jubi)

Jayapura, 12/10 (Jubi) – Pasific Islands Report melaporkan adanya informasi baru seputar kunjungan kontroversial Perdana Mentri Kepulauan Solomon, Gordon Darcy Lilo ke Indonesia, bulan Agustus lalu.

Laporan ini, seperti diterima Jubi, menyebutkan bahwa beberapa pejabat senior dalam kunjungan Perdana Menteri Kepulauan Solomon ke Indonesia itu, masing-masing menerima sebanyak US $ 25.000 (sekitar SBD $ 187.500 ).

Sumber laporan tersebut mengatakan setidaknya dua pejabat senior Kepulauan Solomon menerima US$ 25.000, atau SBD $ 187.500, setiap orang. Tiga lainnya menerima sebesar US$ 10.000 (sekitar SBD $ 65.000 ) dan dua lainnya menerima US$ 5.000 (sekitar SBD $ 32.500).

“Sepertinya tingkat pembayaran didasarkan pada senioritas. Semakin tinggi jabatan anda, semakin banyak yang anda dapatkan,” kata sumber tersebut.

Laporan lain yang dipublikasikan sebelumnya telah menyebutkan 17 orang dalam delegasi itu masing-masing diberi amplop kuning. Namun tidak semuanya bisa diverifikasi telah menerima amplop yang berisi uang tersebut. Hanya lima anggota delegasi kunjungan ke Indonesia itu mengaku telah menerima amplop kuning berisi uang .

Disebutkan dalam laporan tersebut, seorang pejabat muda yang pertama menerima uang tersebut. Perwira ini merasa sangat ketakutan karena menerima uang dengan julah yang sangat besar.

Sumber lainnya mengatakan uang itu diberikan dalam amplop kuning saat makan malam resmi yang diselenggarakan untuk menghormati Perdana Menteri Gordon Darcy Lilo dan delegasinya .Sumber itu mengatakan para pejabat Kepulauan Solomon ini kembali ke kamar mereka dan secara terbuka mendiskusikan berapa banyak masing-masing menerima uang dalam amplop mereka.

Politisi lainnya, termasuk Perdana Menteri, tidak terlihat diberikan amplop. Namun dari protokol kunjungan delegasi Kepulauan Solomon ini, diketahui bahwa hadiah kepada Perdana Menteri dan politisi senior Kepulauan Solomon sering dikirim ke kamar hotel mereka.

Sumber itu mengatakan uang itu tampaknya datang dari seorang pengusaha Indonesia yang menjadi sponsor dari makan malam itu.

Bank Sentral Kepulauan Solomon (CBSI) mengatakan tidak jelas bagaimana caranya pejabat Kepulauan Solomon yang diduga menerima pembayaran membawa uang itu membawa uang tersebut ke negara mereka. Sebab CBSI memiliki peraturan yang mengharuskan setiap jumlah lebih dari SBD $ 50.000 (US$ 6,795) atau ekuivalen dalam mata uang asing harus dilaporkan kepada pihak berwenang.

Sebelumnya, Bank Sentral Kepulauan Solomon telah mengkonfirmasi menerima total $ 1,225,806.41 (US$ 171,000.00) dari Jakarta untuk penggantian biaya perjalanan delegasi Kepulauan Solomon ke Jakarta dan Jayapura. Dana pergantian tersebut masuk ke rekening pemerintah Kepulauan Solomon bernomor 0260 – 002 dengan jumlah $ 1,225,806.41 dengan kurs dari 0,1395. (Jubi/Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DELEGASI KEPULAUAN SOLOMON TERIMA US$ 80.000 SAAT KUNJUNGI INDONESIA