SURVEY DEMOKRASI : JAYAPURA PUNYA MASALAH HAM

share on:
SUASANA WORKSHOP SURVEY DEMOCRACY (Jubi/Aprila)

Manado, 21/10 (Jubi)Survey demokrasi yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Oslo University Norwegia yang dilakukan di 30 kabupaten/kota di 24 Provinsi di seluruh Indonesia yang melibatkan peneliti, akademisi dan aktivis menyatakan Kota Jayapura adalah wilayah yang memiliki banyak masalah Hak Asasi Manusia (HAM).

“Berdasarkan hasil survey sementara yang dilakukan Tim Power, Welfare and Democracy (PWD), Jayapura adalah Kota yang memiliki banyak masalah di bidang Hak Asasi Manusia,” kata Willy Purna Samadhi, salah satu anggota Tim PWD dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dalam Workshop Regional Democracy Baseline Surver yang dilakukan di Hotel Novotel Manado, Sulawei Utara, Senin (21/10).

Menurut Willy, ini dilihat dari sekian banyak isu, aktivis pro demokrasi bertumpuk di Masalah HAM. Selain itu, Kota Jayapura sebagai salah satu kota yang masuk dalam survey ini juga merupakan kota yang informannya cukup seimbang dalam hal jender. Informan berdasarkan seks cukup berimbang. Selain itu, secara keseluruhan, bidang pendidikan dan kesehatan adalah dua bidang yang dianggap paling bermasalah dalam pelayanan publik dalam survey ini.

Sementara itu, Sayid Fadhal Alhamid, salah satu informan dalam survey ini menilai, survey ini sebagai sebuah langkah maju sehingga seharusnya dirinya berada didalam kegiatan ini.

“Ini kesalahan teknis yang seharusnya bisa diatasi. Sayangnya, pihak UGM terlihat tidak terlalu serius menghadirkan informan. Saya baru dihubungi beberapa hari sebelum kegiatan. Padahal saya sedang berada di Kaimana dan transportasi di sini agak sulit,”  ungkap Fadhal kepada tabloidjubi.com via selulernya, Senin pagi.

Fadhal berharap, di kemudian hari, kegiatannya harus dipersiapkan dengan baik karena ini adalah survey penting dalam kehidupan berdemokrasi di negara ini. (Jubi/Aprila Wayar)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SURVEY DEMOKRASI : JAYAPURA PUNYA MASALAH HAM