RENCANA PEMBANGUNAN HARUS MELIBATKAN MASYARAKAT

share on:
Konsultasi publik pembangunan 323 Ruko di ATC oleh BLH Kota Jayapura(Jubi/sindung)

Jayapura, 25/10 (Jubi) – Meski pembangunan masih sangat dibutuhkan oleh Kota Jayapura, akan tetapi pembangunan itu harus melibatkan masyarakat untuk memberikan tanggapan terhadap rencana pembangunannya.

“Walikota Jayapura berharap bahwa setiap apa yang mau dibangun di kota ini harus mengajukan ijin prinsip kepada pemerintah untuk dikeluarkan ijin prinsip maka dan setelah itu disetujui maka pada proses terakhir adalah ijin lingkungan atau yang disebut Amdal oleh badan lingkungan hidup(BLH),” kata Asisten II Sekda Kota Jayapura, Otniel Meraudje mewakili Walikota Jayapura dalam uji publik pembangunan ATC yang dilakukan BLH Kota Jayapura di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Otniel mengemukakan, sesuai dengan tugas dan fungsi pemerintah daerah, pihaknya selalu memberikan apresiasi terhadap seluruh proses perencanaan pembangunan kota kedepan, namun dalam membangun sebuah bangunan pasti mengacu kepada peraturan pemerintah daerah baik pusat maupun kota.

Sebab belakangan ini, kata Otniel, wilayah Kota Jayapura ini terancam musiba-musiba besar karena adanya pembangunan itu sendiri, apalagi di kawasan Pasar Youtefa ini sering terjadi musibah banjir.

“Semua proses itu bertujuan untuk menghindari apabila bangunan itu tak mempunyai ijin, maka akan menyebabkan masyarakat menjadi korban dan jika masyarakat menjadi korban maka pemerintah yang menjadi sasaran pelampiasan dari masyarakat untuk disoroti,” tegas Otniel.

Selain itu, dari peraturan Menteri Lingkungan Hidup ada amanah, harus dilakukan uji kelayakan amdal dan harus menyertakan masyarakat. Ini akan dibangun ATC, yaitu 323 unit ruko di kawasan Pasar Youtefa dan kerena ini merupakan bangunan yang besar, maka harus melibatkan masyarakat untuk memberikan tanggapan terhadap rencana pembangunan.

Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup, Ketty Keilola mengatakan, masyarakat diikutsertakan dalam kesetaraan dan memberi masukan untuk proses pembangunan ini, dan kalaupun ada dampak itu semua telah dikonsultasi oleh konsultan amdal.

“Dan melalui kegiatan ini kami akan mendapat saran dan tanggapan dari masyarakat dan selanjutnya akan dilakukan kajian untuk dibahas pada kerangka acuan nanti dan setelah dari kajian itu akan dilakukan analisis konsultan penelitian dari sisi biofisik, ekologi dan dampak sosialnya dilihat,” kata Ketty.

Ia pun meminta, jika ada kompain dari masyarakat, itu akan dilihat saat penelitian oleh konsultan amdal. “Sehingga representasi dari masyarakat sangat penting,” kata Ketty menambahkan. (Jubi/Sindung)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RENCANA PEMBANGUNAN HARUS MELIBATKAN MASYARAKAT