YAN MANDENAS ‘TANTANG’ LIMA ORANG UNGKAP KASUS BANSOS

share on:
Boy Dawir, Ina Kudiai, Yan Mandenas, Saat Meberikan Ketarangan Pers. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 29/10 (Jubi) – Ketua Komisi D DPRP, Yan Mandenas yang menjadi salah satu penerima Bansos tahun 2012, menantang lima orang yang belakangan ini dianggapnya sering menyuarakan dana Bansos yang diterima DPRP untuk mengungkap semua penerima dana Bansos. Tidak hanya oknum anggota DPR, namun juga pihak lain.

“Saya minta untuk Stev Waramuri, Robert Jitmau, Budi Setiyanto, Victor Mambor dan Marinus Yaung untuk segera mengungkapkan semua penerima Bansos selain dari DPRP. Kalau tidak berani mengungkapkan itu, bararti mereka hanya berani berhadapan dengan anggota DPRP. Bansos yang kami terima ini tidak seberapa, dibanding yang lainnya. Saya sendiri telah mengembalikan dana tersebut seutuhnya,” kata Yan Mandenas, Selasa (29/10).

Menurutnya, kelima orang tersebut harus berani mengomentari kasus besar yang ada di Papua.  “Saya minta secara pribadi, lima komentator ini saya tunggu komentar mereka dengan berbagai temuan di Papua yang nilainya cukup besar mencapai miliar. Jangan hanya berani mengomentari kami. Tapi harus berani menghadapi pengguna anggaran lainnya,” ujarnya.

Kata Yan, jika benar-benar ingin idependen, jangan hanya yang ratusan juta disoroti tapi yang miliran juga juga harus dibuka. Jangan kesannya ada pesan sponsor. “Termasuk kegiatan-kegiatan infrastruktur yang nilainya cukup besar. Jadi saya menunggu dalam waktu dua hari lima komentator ini tidak membeberkan data lainnya, saya minta dikubur hidup-hidup,” kata Yan Mandenas.

Salah satu anggota DPRP yang juga menerima dana Bansos, Boy Dawir mengatakan, tidak benar jika ia dan beberapa oknum anggota DPRP lainnya mencuri uang rakyat, karena pemerintahan yang lalu banyak masyarakat kecewa padahal mereka sangat membutuhkan bantuan.

“Mereka lalu minta bantuan ke DPR dan kami tidak memiliki pos dana bantuan untuk masyarakat. Tidak seperti Pemda. Tetapi masyarakat tidak mungkin kami tolak saat datang, sehingga kami berusaha bagaimana membantu. Kalau kami tidak bantu rakyat tidak akan percaya lagi. Jadi kalau dikatakan memalukan, bagi saya tidak karena kami tidak mencuri tapi menyurat resmi ke Pemda untuk membantu rakyat,” kata Boy Dawir.

Menurutnya, jangan hanya anggota DPR yang disoroti. Wartawan dalam menulis jangan hanya menyudutkan anggota DPRP. Jika memang data itu dari BPK, wartawan juga harus menulis siapa saja pihak yang menerima dana Bansos itu.

“Jadi harus juga berani tulis siapa yg menerima di Kodam, Polda dan lembaga lainnya. Tulis berapa totalnya jika memang berani. Jangan terkesan ada titipan sponsor,” ujarnya. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  YAN MANDENAS ‘TANTANG’ LIMA ORANG UNGKAP KASUS BANSOS