BANGUN DUA LAPTER, HUTAN LINDUNG DITEBANG

share on:
Bangun lapter di Amano, diduga kuat merusak hutan lindung. (Foto: Seky Murib)

Jayapura, 1/11 (Jubi) – Kerusakan lingkungan di sepanjang Kali Degeuwo, Paniai, terus berlanjut dengan adanya proyek pembangunan lapangan terbang (lapter) oleh pihak perusahaan. Lapter dibangun di kawasan hutan lindung, yang sejatinya melanggar Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Di lokasi Amano, kawasan pendulangan emas Degeuwo, Distrik Bogobaida, Paniai, PT. Madinah Qurrata’ain (PTMQ) dan West Wits Mining Ltd (WWM) sedang bangun sebuah landasan pacu yang akan didarati pesawat berbadan kecil. Dengan alat berat, hutan lindung di area itu ditebang.

Beberapa tahun lalu, satu lapter juga dibangun di lokasi Bayabiru, tepatnya di area milik PT. Martha Mining.

“Bangun landasan pacu pesawat, hutan lindung jadi korban. Sedangkan, kegiatan di wilayah hutan lindung itu tidak ada ijin bagi perusahaan manapun. Ini harus diselidiki,” ujar Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobai, Jumat (1/10) siang.

Diberitakan tabloidjubi.com, PTMQ dan WWW diduga sedang menghancurkan hutan lindung di Amano, Kampung Nomouwodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai.

DAD Paniai telah melaporkan indikasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Papua untuk segera ditindaklanjuti. Laporan itu terungkap dalam surat bernomor 003/1.2/IX/2013 tanggal 23 Oktober 2013 yang ditujukan ke Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua. Surat dilampirkan pula beberapa foto tentang aktivitas dari PTMQ dan WWW.

“Selamatkan hutan lindung, aktivitas dari dua perusahaan itu harus dihentikan. Sampai sekarang belum punya dokumen lingkungan yang terpadu,” ujar John.

Hal itu memperpanjang peliknya persoalan di kawasan sepanjang Kali Degeuwo. Kegiatan pengerukan emas oleh perusahaan ilegal dan berbagai masalah sosial di Degeuwo, belum pernah ditangani serius, kini muncul masalah konservasi lingkungan. Beberapa perusahaan diduga sedang hancurkan hutan lindung, selain ketika membuka lokasi pendulangan emas, juga untuk bangun tempat perusahaan dan lapangan terbang.

Kepala Kampung Nomouwodide, Yahya Kegepe mengatakan, hutan sudah mulai dibongkar pihak perusahaan sejak beberapa waktu lalu dengan alat berat (eksavator). “Yang di Amano itu dorang mulai bangun tahun ini. Alat beratnya didrop dari Nabire tahun lalu. Mereka sudah bongkar hutan,” katanya.

Lapter di Bayabiru yang diresmikan tahun 2011, biasa didarati pesawat jenis Pilatus Porter milik PT. Susi Air. Selain itu, helikopter juga tiap hari terbang dari Nabire ke Degeuwo. (Jubi/Markus You)

Editor : AB YOMO
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BANGUN DUA LAPTER, HUTAN LINDUNG DITEBANG