75 PERSEN ORANG MARIND HARUS DIAKOMODIR JADI CPNS

share on:
Anggota DPRD Merauke, Antonius Kahol (Jubi/Ans)

Merauke, Jubi (4/11)— Pelaksanaan testing Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Merauke sudah mulai dilangsungkan Senin (4/11).  Jumlah peserta yang mengikuti testing itu untuk tingkat SMA/SMK sebanyak 782 orang, D3/S1 720 orang, medis 294, tenaga guru, 275 dan honorer sebanyak 935 orang.

Sementara berdasarkan pantauan tabloidjubi.com, pelaksanaan ujian  dilangsungkan di beberapa titik seperti GOR, Vertenten Sai serta beberapa lokasi lain yang ditentukan panitia. Guna memperlancar jalannya pelaksanaan ujian, Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengunjungi beberapa lokasi dimaksud sekaligus memberikan arahan.

Dalam arahan singkatnya, Bupati Merauke meminta kepada para peserta untuk mengerjakan dengan baik soal-soal ujian yang dibagikan panitia.  Jumlah yang mengikuti testing mencapai ribuan orang, sementara kuotanya sangat terbatas. “Ya,  siapa yang mengerjakan soal dengan baik dan benar, tentu mempunyai peluang besar untuk lulus,” katanya.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten  Merauke, Antonius Omogio Kahol yang dimintai komentarnya mengharapkan agar pemerintah setempat memberikan perhatian besar terhadap putra-putri Marind. Karena banyak yang telah menyelesaikan studi, namun belum mendapatkan lapangan pekerjaan.
“Saya meminta agar kuota bagi anak-anak Marind 75 persen . Ini juga sebagai persiapan untuk pemekaran Kota Merauke maupun Provinsi Papua Selatan (PPS) dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Disamping itu, tenaga honorer yang sudah lama mengabdikan diri, agar diberikan perhatian secara khusus,” pintanya. (Jubi/Ans)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  75 PERSEN ORANG MARIND HARUS DIAKOMODIR JADI CPNS