RATUSAN RIBU PEMILIH DI PAPUA TAK MILIKI NIK DAN NKK

share on:
Ketua KPU Papua, Adam Arisoi. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 6/11 (Jubi) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua mengkalim masih ada ratusan ribu pemilih di Papua yang tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK).

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, masih ada sekitar 600 ribu pemilih di Papua yahg tak memiliki NIK dan NKK. “Ya saat ini masih ada sekitar 600 ribu dari 3,2 juta lebih pemilih yang ada di Papua tak NIK serta NKK,” katanya, Rabu (6/11).

Meski demikian menurutnya, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) kabupaten/kota memberikan dukungan dan menyatakan, pemilih yang belum memiliki NIK serta NKK itu bukan penduduk atau pemilih ilegal. “Jadi mereka hanya tidak punya NIK dan NKK. Itu tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Hanya sampai kemarin semua surat yang menyampaikan teknis NIK dan NKK. Masing-masing pemerintah daerah dan KPU sudah bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota KPU Papua, Tarwinto mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Mentri Dalam Negeri Bidang Kependudukan untuk memberikan nomor induk. Hal ini sudah ditangani secara propesional sampai dengan Dsidukcapil kabupaten/kota. “Ya memang ada perbaikan karena ada data ganda. Kami hanya bicara hanya DPT saja untuk pemilih yang di Lapas kami tidak bisa turun, Pantalir berdasarkan data DP4 yang kita dapat dari pemerintah kabupaten/kota,” kata Tarwinto.

Mengenai pemilih yang ada di Lapas, pihaknya juga optimis semua sudah terdata, karena Pantalir tugasnya di sana. Untuk warga yang belum masuk DPT lalu, pihaknya berharap juga sudah terdata semua. “Di Papua ada TPS 9.370 dari 4.000 kampung atau desa, 467 distrik dan 29 kabupaten/kota,” ujarnya. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RATUSAN RIBU PEMILIH DI PAPUA TAK MILIKI NIK DAN NKK