TAK DIAKOMIDIR, PULUHAN SECURITY DPRP TEMUI KOMISI A

share on:
Wakil Ketua Komisi A DPRP, Yanni Saat Bertemu Para Security. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 5/11 (Jubi) – Puluhan security Kantor DPRP tak terakomodir mengikuti tes CPNS yang dilangsungkan beberapa hari lalu menemui Komisi A DPRP karena  merasa dikesampingkan. Perwakilan security itu menumui Wakil Ketua Komisi A DPRP, Yanni.

Salah satu perwakilan security, Rabin mengatakan, masih ada 31 security yang bertugas di kantor DPRP yang belum diakomodir. Puluhan security ini namanya tak masuk, baik dalam K2 maupun K1. Padahal ada diantara mereka yang sudah mengabdi sampai 20 tahun, sejak masih hansip. “Kami harap agar kami diakomodir dengan status yang jelas. Kami tidak minta macam-macam. Kemarin kami tidak ikut tes CPNS, karema tidak pemberitahuan dan kami tidak tahu. Jadi kami tidak diakomodir sama sekali,” katanya di Kantor DPRP, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/11).

Menurut Rabin, hanya 11 orang security DPRP yang mengikuti tes CPNS lalu. Namun mereka ini kebanyak adalah orang baru. Hanya dua security yang merupakan honorer lama. “Mereka juga mengiisi formulir secara sembunyi-sembunyi, berarti ada sesuatu. Anehnya lagi mereka security tapi dimasukkan di komisi-komisi yang ada di DPRP dan keuangan,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi security DPRP itu, Wakil Ketua Komisi A, Yanni mengatakan, dirinya juga sama sekali tak tahu apakah para security ini sudah diakomodir atau belum. Namun jika benar belum, tentu hal itu sangat tidak benar karena honorer di lingkungan DPRP sendiri terlewatkan.

“Saya prihatin juga jika tidak ada kepastian status. Saya juga harapkan pro aktif dari para security. Jadi yang nama-namanya belum masuk akan coba diusulkan. Kita akan sama-sama berjuang. Saya juga kaget karena kita selalu berjuang untuk tenaga honorer yang di luar kantor DPRP,” kata Yanni.

Untuk itu kata Yanni, dirinya kaget karena diinternal DPRP sendiri masih ada 31 tenaga honorer security yang tidak terakomodir. Pihaknya akan berusaha mencari solusinya. “Kita akan sampaikan ke pusat, ini tanggungjawab kami bersama. Status mereka harus jelas tdk bisa begini terus. Semoga kami bisa membantu mereka. Mereka merasa kecewa dan menduga ada pilih kasih. Tapi kita pikiran posotif saja,” ujarnya. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TAK DIAKOMIDIR, PULUHAN SECURITY DPRP TEMUI KOMISI A