OKNUM MAHASISWA YANG MENGATASNAMAKAN BEM UNCEN AKAN DITINDAK

share on:
Suasana Pertemuan BEM Uncen dan Polisi di Aula Cenderawasih Mapolda Papua (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura 8/11 (Jubi)Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) membantah penolakan Otonomi Khusus (Otsus) Plus, seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa dengan menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (GempaR) Papua yang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan Otsus Plus.

Hal ini ditegaskan Presiden BEM Uncen, Paul Numberi. Menurutnya, pada pernyataan mereka kemarin adalah meminta kepada Rektor Uncen serta pihak keamanan, agar bisa mengambil tindakan tegas bagi oknum-oknum mahasiswa yang melakukan tindakan demo dan meresahkan mahasiswa yang lain, dalam hal ini pemalangan kampus.

“Kami dari BEM Uncen sendiri melihat bahwa pemalangan kampus ini sangat merugikan, khususnya Kampus Uncen. Yang mana hanya segelintir orang memalang kampus yang mengakibatkan hampir 3000 sampai 6000 mahasiswa Uncen tidak melakukan aktifitas perkuliahan, sedangkan pada bulan ini hingga Desember, Uncen melakukan ujian,” kata Paul di acara pertemuan para pengurus BEM Uncen dengan pihak kepolisian di Aula Cenderawasih, Mapolda Papua, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/11).

Ditempat yang sama, Wakil Presiden BEM Uncen, Alberth Prawar dalam pertemuan itu meminta aparat kepolisian mengambil ketegasan terkait hal ini, agar tidak berlarut-larut, karena pihaknya dalam hal ini BEM Uncen telah dilecehkan. Pihaknya juga menilai bahwa aksi demo yang dilakukan sejak Senin hingga Kamis (7/11) kemarin bukan seluruhnya mahasiswa Uncen.

“Saya tidak mau mereka dikatakan seluruh mahasiswa Uncen, mereka adalah oknum. Karena mereka-mereka ini bukan bertindak atas dasar aspirasi seluruh mahasiswa Uncen, hanya bertindak demi kepentingan sekelompok orang, segelintir mahasiwa dan mungkin saja ini hanya kepentingan-kepentingan luar yang dibawa oleh mereka dan mengorbankan mahasiswa yang lain,” kata Alberth.

Alberth juga mengutuk kepada segelintir oknum-oknum mahasiswa agar tidak lagi memalang kampus Uncen. Karena tindakan itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan meminta agar rekan-rekan mahasiswa tidak terlibat dalam politik apalagi berpolitik praktis. Karena dirinya menilai bahwa politik itu jahat.

“Kepada seluruh mahasiswa agar tidak terkontaminasi atau terpengaruh oleh segelintir orang yang ingin memalang kampus dan saya harap aparat keamanan bisa memberikan rasa aman kepada mahasiswa khususnya dikampus juga pada masyarakat Kota Jayapura, kami juga harap ada tindakan tegas dari Uncen, untuk oknum-oknum ini, karena mereka selama ini bergerak tanpa ijin sama sekali, seenaknya palang kampus, seolah-olah kampus ini punya mereka sendiri,” kata Alberth.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, AKBP Sulistyo Pudjo Hartono didampingi Kapolres Kota Jayapura, AKBP Alfred Papare, memberikan apresiasi kepada BEM Uncen yang datang untuk memberikan aspirasi tuntutan dan dukungan kepada Polri, yang dipimpin oleh Ketua BEM Uncen, Paul Numberi.

“Kita mendapat dukungan dari BEM Uncen dan pengurusnya. Bahkan kami juga mendapat dukungan dari Uncen yang ditanda tangani Rektor Uncen, dengan meminta bantuan dukungan serta permohonan kepada Polri, dalam hal ini Polda Papua, agar diambil langkah-langkah pengamanan, terkait adanya dinamika sekelompok kecil mahasiswa yang mengatasnamakan BEM, dimana pihak universitas menolak dan memberikan kepada Polda Papua untuk membobol dan mengamankan,” kata Pudjo saat menerima pengurus BEM Uncen di Aula Cenderawasih Mapolda Papua, Jumat (8/11).

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, dihadiri Kabid Humas Polda Papua, Kapolres Kota Jayapura, Presiden BEM Uncen, Wakil Presiden BEM Uncen, Ketua MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa), Sekertaris Umum BEM FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dan Pengurus BEM dan Senior BEM Rafles Refasi, serta dua anggota BEM FKIP. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  OKNUM MAHASISWA YANG MENGATASNAMAKAN BEM UNCEN AKAN DITINDAK