BANYAK TEMPAT SAKRAL, JALAN KE KAMPUNG KONDO TAK BISA DIBUKA

share on:
Ruas jalan ke Kampung Kondo yang rusak parah (Jubi/Ans)

Merauke, Jubi (10/11)— Impian dan harapan masyarakat di Kampung Kondo, Distrik Tomerau, Kabupaten Merauke  yang berjumlah 96 kepala keluarga (KK) untuk bisa menikmati jalan beraspal, tidak mungkin terjawab sampai kapanpun. Karena banyak tempat sakral di sepanjang  jalur tersebut.

Tokoh Adat dari Kampung Kondo, Nikolaus Samka saat ditemui tabloidjubi.com Sabtu (9/11) di sela-sela kegiatan turun kampung (Turkam) Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, penolakan untuk pembukaan ruas jalan menuju kampung tersebut sesuai kesepakatan masyarakat  Marind hingga Digul.
“Waktu Johanes Gluba Gebze masih menjabat sebagai Bupati Merauke, kurang lebih lima kali kami meminta agar jalan dibuka sekaligus diaspal. Sehingga masyarakat dengan leluasa ke kota sekaligus memasarkan potensi alam yang dimiliki. Namun jawaban yang diperoleh  saat itu jika banyak tempat sakral, sehingga tidak diizinkan untuk dibuka,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, lebih banyak kendaraan roda dua masuk ke Kampung Kondo. Itupun mengikuti jalur jalan saat orang berburu rusa. Jadi, tidak ada ruas jalan paten dari Kampung Tomerau menuju ke Kondo. “Ya, kondisinya seperti demikian. Oleh karena ada larangan demikian, kami pun tak bisa memberikan perlawanan,” katanya.

Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, pihaknya sudah mengetahui jika jalur hingga  ke Kampung Kondo tidak bisa dibuka. “Ya, alasan seperti apa, saya kira masyarakat disini lebih tahu. Saya paham dengan apa yang menjadi keinginan warga. Tetapi sudah menjadi kesepakatan bersama, sehingga pemerintah tak bisa bangun jalan menuju kampung ini. Hanya sampai di Kampung Tomerau,” katanya.

Meski demikian, lanjut Bupati Merauke, pemerintah tetap akan memberikan perhatian besar terhadap berbagai kebutuhan yang diinginkan serta diharapkan masyarakat. “Saya tahu banyak kekurangan yang dialami warga disini. Meski jalur jalan tak bisa dibuka, berbagai kebutuhan lain akan diberikan  perhatian oleh pemerintah,” tandasnya. (Jubi/Ans)

Editor : Albert Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BANYAK TEMPAT SAKRAL, JALAN KE KAMPUNG KONDO TAK BISA DIBUKA