EMPAT MAHASISWA DITAHAN SESUAI PASAL 335 KUHP

share on:
Kabid Humas Polda Papua, AKBP. Sulistyo Pudjo Hartono,Sik (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura, 11/11 (Jubi)Polisi menahan sejumlah mahasiswa, selain Yason Ngelia yang ditahan aparat kepolisian yang dijerat kasus penyaniayaan. Mereka yang ditahan itu, yakni empat orang lainnya berinisial APD, DK, AK dan BH. Keempatnya ditahan karena telah melanggar hukum sesuai dengan Pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Sulistyo Pudjo Hartono ke sejumlah wartawan menjelaskan, dasar penahanan ke empat orang ini karena bersama sejumlah rekan-rekannya melakukan unjukrasa di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura, dimana saat itu sedang ada kegiatan dari Uncen bersama PT Freeport Indonesia.

Empat orang tersebut dijerat Pasal 335 KUHP tentang barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa seseorang berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu atau perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun penjara. “Empat orang ini berinisial APD, DK, AK dan BH. Jadi yang ditahan Empat orang dan Dua Belas orang dipulangkan,” kata Pudjo, Senin (11/11).

Saat itu, kata Pudjo, ada sekitar 16 orang masyarakat terdiri dari 15 mahasiswa, seorang anak yang sekolah di SMK Nabire, 3 mahasiswa Stikom Muhamadiyah, 2 mahasiswa dari USTJ dan 2 dari universitas lainnya. Mereka hendak membubarkan atau mengganggu atau membatalkan seminar yang dilaksanakan Uncen bekerjasama dengan Freeport. “Saat itu 16 orang yang diamankan, dan hari itu seminar dimulai pada pukul 10.00 WIT, mereka mulai demo pukul 12.00 WIT, sekitar 12.30 WIT mereka diamankan,” katanya, Senin (11/11).

Ketua Sinode Gereja Kingmi di tanah Papua, Benny Giay, saat menggelar konferensi pers di Kantor Gereja Kingmi Papua menilai, penangkapan mahasiswa tersebut adalah bagian dari negara Indonesia yang selama ini tidak mau membuka diri. “Negara ini tidak mau mendengar suara dari rakyat untuk dialog itu. Mereka yang kemarin ditangkap ini sebenarnya mereka menindaklanjuti keputusan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang jelas-jelas sudah menolak, Sebenarnya MRP ini harus berterima kasih bahwa mahasiswa ini yang mau melanjutkan apa yang mereka (MRP) sudah putuskan,” katanya, Senin (11/11). (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  EMPAT MAHASISWA DITAHAN SESUAI PASAL 335 KUHP