MENYEDIHKAN, SOUVENIR PAPUA BANYAK DITIRU ORANG LUAR

share on:
Kadis Perindakop dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Papua, Septinus Hamadi (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di GOR Cenderawawasih APO Jayapura (Jubi/Roberth)

Jayapura, 11/11 (Jubi) – Palaksana Tugas Sekda Provinsi Papua, Hery Dasonai tak dapat menampik, ukiran asli Papua termasuk souvenir sudah banyak yang diplagiat atau ditiru oleh seniman dari luar Papua dan luar negeri. Itu sebabnya dia berjanji nantinya ada instansi terkait yang dapat menertibkan hal itu, karena merupakan hak cipta.

“Jadi ada semacam sertifikasi untuk masyarakat, sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Sehingga benar-benar hasil karya mereka benar-benar murni orang asli Papua,” kata Hery ke wartawan, usai meresmikan tanda dimulainya Pameran Dekranasda Papua, 11-14 November 2013  yang berlangsung di GOR Cenderawasih APO Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (11/11).

Hery juga menghimbau di pertokoan di Papua harus ada yang mampu menampung kerajinan tangan para pengrajin di Papua yang benar-benar murni asli karya masyarakat Papua. “Saya lihat sekarang ini terjadi kompetisi bisnis yang sangat ketat, membuat pemasaran souvenir asli Papua tidak dapat bersaing,” katanya.

Menanggapi plagiat hasil souvenir Papua, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Provinsi Papua, Septinus Hamadi mengakui dalam memproteksi atau mengawal hak cipta diserahkan ke sebuah wadah yang melakukan itu. “Itu ada wadahnya. Kami hanya bagian dari wadah itu,” ungkapnya ke wartawan di GOR Cenderawasih APO Jayapura.

Tapi menurut Septinus, peniruan suvenir asli Papua ini susah terbendung, bahkan buah merah yang dimiliki Papua saat ini di negara lain sudah mematenkannya. “Untuk itu di Papua perlu ada semacam formula untuk supaya bagaimana mengamankan hak cipta. Kita sedang berupaya kesana, cuma hasilnya seperti yang kita lihat saat ini,”ujar Hamadi dengan mimik sedih.

Dia juga mengklaim, souvenir yang dijual di Jepang dan negara-negara lain sudah tidak asli alias aspal. “Saya kira sudah tidak asli. Tapi kalau asli harus orang sini (Papua) yang bikin. Bukan hanya di Jepang, di Jakarta dan kantor pemerintah, ada souvenir dari Papua yang dibuat lewat pabrik. Diukir pakai teknologi, bukan pakai pahatan yang manual,” ungkapnya, sembari mengatakan hasil tersebut lebih mulus, rapih dan bersih dari pada asli Papua yang pakai pahat.  (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MENYEDIHKAN, SOUVENIR PAPUA BANYAK DITIRU ORANG LUAR