AKIBAT PENGGALIAN PASIR, KAWASAN BOKEM RUSAK PARAH

share on:
Kepala Satpol PP Merauke, Rama Dayanto (tengah)

Merauke, Jubi (17/11)— Akibat penggalian pasir secara liar yang dilakukan di daerah Bokem, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke mengakibatkan tempat tersebut mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan, ruas jalan yang menghubungkan beberapa kampung seperti Nasem, Ndalir dan Tomerauw nyaris putus.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke, Rama Dayanto, S.Sos yang ditemui tabloidjubi.com Sabtu (16/11) mengatakan, pihaknya sudah sangat maksimal dalam melakukan operasi penertiban penggalian pasir secara ilegal. Hanya saja, para penggali pasir pun sudah pintar dan mengetahui jika akan adanya operasi.
“Jadi, begitu kita sampai di lokasi penggalian, sudah tidak ada orang lain. Mereka telah menghilang dengan membawa peralatan yang digunakan untuk melakukan penggalian pasir,” katanya.
Selama beberapa kali operasi, lanjut Rama, ditemukan juga orang yang melakukan penggalian. Namun, ketika dilakukan penertiban, justru mereka memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam. “Beberapa staf saya yang ikut operasi, harus mengalami musibah karena dikampak,” tutur Rama.
Diakui jika daerah sekitar Bokem telah mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan, air laut pun sudah masuk ke beberapa titik sejak beberapa bulan lalu. Karena penggalian yang tak dapat dibendung lagi. “Saya sudah melaporkan kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT terkait masalah dimaksud,” ujarnya.
Secara terpisah Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT saat melakukan kegiatan Turun Kampung (Turkam) di Kampung Tomerauw beberapa hari lalu menegaskan, jika aksi penggalian tetap dilakukan, maka dirinya akan meminta alat berat untuk memutuskan ruas jalan tersebut. Sehingga kendaraan roda empat tidak boleh melintas lagi.
“Saya sudah melihat secara langsung kondisi di daerah Bokem. Dimana, sangat memprihatinkan. Kegiatan penggalian sudah tidak bisa dibendung lagi. Ya, ini perlu adanya tim yang dibentuk melibatkan  beberapa institusi untuk melakukan operasi penertiban,” tegasnya. (Jubi/Ans)

Editor : Albert Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  AKIBAT PENGGALIAN PASIR,  KAWASAN BOKEM RUSAK PARAH