WARGA PALANG DAN RUSAK JEMBATAN WOUMA

share on:
Jembatan Wouma yang sempat dirusak warga kembali diperbaiki. ((JUBI/ISLAMI)

Wamena, 18/11 (Jubi) – Sekelompok warga masyarakat Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya melakukan aksi pemalangan dan merusak akses jembatan Wouma yang menghubungkan Kota Wamena ke distrik lainya, sehingga melumpuhkan jalur transportasi kurang lebih selama 1 jam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi pengrusakan jembatan Wouma tersebut disebabkan oleh kekesalan warga masyarakat Distrik Wouma di mana pada bulan Oktober kantor Distrik Wouma dirusak oleh oknum yang diduga berasal dari masyarakat bagian atas, dimana pihak atas tersebut tidak memenuhi panggilan polisi untuk melakukan dialog dengan warga Distrik Wouma.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Eddizon Isir, Sik, MTCP melalui Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP I Made Siartika, Sik ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian pengrusakan tersebut. Dikatakan, aksi tersebut merupaka luapan kekecewaan warga Wouma atas tidak dipenuhinya panggilan oleh pihak atas dari kepolisian untuk melakukan dialog dengan warga Wouma dalam proses penyelesaian pengrusakan kantor Distrik Wouma.
“Permasalahan ini merupakan permasalahan lama, dimana kantor distrik Wouma yang dirusak oleh masyarakat dari pihak atas, atas permintaaan masyarakat Wouma untuk menangkap pelakunya, dan kita kepolisian sudah menangkap dua orang tersangka pelaku pengrusakaan tersebut dan sudah di proses.Tetapi pemikiran mereka, kantor tersebut harus diganti juga dan kita sudah upayakan dari Polres untuk menghadirkan kedua belah pihak untuk berdialog untuk penyelesaian pengrusakan kantor tersebut,” ujar Kabag Ops.

Ia menuturkan, pihak kepolisian sudah melakukan upaya hukum maupun mediasi dengan kedua belah pihak yang bertikai. Namun warga masyarakat Wouma sudah melakukan tindakan yang tidak terpuji, yakni merusak jembatan Wouma, sehinga berakibat dari luapan emosi warga dimana pihak atas tidak menerima panggilan polisi untuk dapat duduk bersama menyelesaiakan pertikaian tersebut.
“Karena mereka emosi dan juga ada beberapa yang sudah dalam pengaruh minuman keras, lalu kemudian merusak jembatan dengan cara mencabut papan-papan yang ada hingga mengakibatkan jembatan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan,” terangnya.

Usai melakukan pembicaraan oleh Kapolres Jayawijaya bersama wakapolres dan jajaran kepolisian, lanjut suartika, akhirnya jembatan tersebut dapat kembali diperbaiki oleh kepolisian bersama warga yang membongkar jembatan tersebut dan akses tranportasi dapat berjalan normal kembali.
“Situasi sudah aman terkedali dan aktifitas sudah berjalan normal kembali, kepada masyrakat kita menghimbau agar tidak lagi merusak fasilitas umum, terutama jembatan yang merupakan satu-satunya akses pengubung dengan beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya,” jelasnya.

Dalam upaya negosiasi yang dilakukan pihak Kepolisian, sesuai pengamaatan wartawan di lapangan, tidak ada satupun pihan dari Pemda Jayawijaya yang hadir maupun ikut serta dalam proses mediasi tersebut, hanya terlihat aparat kepolisian bersama kepala kampung dan warga yang melakukan pengrusakan yang terlihat kembali bersama-sama melakukan perbaikan jembatan, setelah dirusak oleh warga yang sama, dan tidak ada satupun tersangka maupun warga yang ditangkap dalam kejadian tersebut.

Sementara salah satu tokoh masyarakat, Gabriel Lagowan saat bertatap muka dengan Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Eddizon Isir, Sik, MTCP mengatakan, aksi pencabutan tersebut dilakukan karena kekesalan mereka yang sudah berniat baik untuk melakukan penyelesaian kasus tersebut, tetapi oknum tak memenuhi panggilan.
“Kami mohon maaf anak Kapolres Jayawijaya atas tindakan ini, tetapi kami bersepakat untuk kembali memasang jembatan tersebut,” ucap Gabriel. (JUBI/ISLAMI)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARGA PALANG DAN RUSAK JEMBATAN WOUMA