LPMA SWAMEMO MENOLAK TUDINGAN SUAP

share on:
Thobias Bagubau (Jubi/Markus You)

Jayapura,19/11(Jubi)—Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Suku Wolani, Mee, Thobias Bagubau menolak tudingan jika lembaga yang dipimpinya menerima uang suap dari perusahaan-perusahaan yang mencuri emas Degeuwo.

“Saya tahu isu ini sangat tidak benar. Isunya LPMA SWAMEMO menerima uang suap senilai 1 atau 2 milyar dari para pengusaha Emas Degeuwo,” tegasnyaketika bertandang ke ruang redaksi tabloidjubi.com, di Waena, Kota Jayapura, Papua, (19/11).

Menurut Thoias, isu itu disebarluaskan kepada masyarakat pemilik hak ulayat dengan tujuan tidak jelas. Kemungkinan, dugaan sementara, isu itu untuk mengalihkan simpati rakyat terhadap lembanga yang dipimpinnya. Usaha orang-orang yang tidak senang dengan perjuangannya.

“Isu itu untuk memojokkan perjuangan Swamemo dari orang-orang yang cari makan dengan pertambangan emas Degeuwo,” tegasnya tanpa menyebut pihak penyebar isu bohong itu. Bisa diduga, menurut Thobias, dari Asosiasi Pengusaha Degeuwo atau Konsorsium atau DAP Paniai.

Karena itu, Thobias mengajak, masyarakat tidak terpengaruh, termakan dengan isu yang tidak bertanggungjawab itu. “Dari mana saya terima uang itu. Dari siapa saya menerima uang itu. Kuitansinya mana,” tanya Thobias Bagubau dengan tegas.

Kalau ada yang bisa membuktikan tudingan itu, pihaknya bisa bertanggungjawab melalui proses hukum yang berlaku. Kalau itu tidak bisa membutikan, pihaknya akan meminta pihak yang berwenang menyelidiki siapa pemilik isu bohong itu. “Saya akan tuntut itu. Kami cari tahu sampai meminta penegak hukum segera selidiki, menangkap orang-orang yang menjebak, menjelekkan itu.”

Menurut Thobias, tudingan ini salah alamat. Karena, pihaknya tidak pernah kerja demi kepentingan pribadinya. Perjuangan hanya untuk selamatkan masyarakat, emas dan alam Degeuwo.

“Selama 10 tahun ini tidak ada noda. Kami tidak ada kepentingan. Kami tidak pernah minta-minta pemerintah, pegusaha, tagih di bandara seperti yang lain. Kami murni kepentingan rakyat. Kami jujur dan adil,” tegasnya.

Menurut Thobias, menyebar isu-isu semacam itu cara anak-anak kecil mencari makan. “Kalau mau bicara yang begitu, banyak hal yang harus kita ungkap tetapi kami tidak mau mencampuri urusan orang lain.”

Isu yang demikian persoalan biasa dalam perjuangan. Karena itu, Thobias diharapkan menanggapinya dengan otak dinggin saja. “Kami harap  Thobias maju terus tanpa terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar itu,” tutur Yulianus Mabel, salah satu aktivis masyarakat Jayawijaya. (Jubi/Mawel)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LPMA SWAMEMO MENOLAK TUDINGAN SUAP