SIDNEY JONES TENTANG DRAFT OTSUS PLUS, APAKAH ORANG AKAN “MEMBELINYA”?

share on:
Sidney Jones (facebook.com)

Jayapura, 25/11 (Jubi) – IPAC, Institute for Policy Analysis of Conflict (Yayasan Penanggulangan Krisis Internasional) yang berbasis di Jakarta meluncurkan sebuah laporan yang menganalisis isi dan proses RUU Otsus Plus. Laporan berjudul “Perdebatan Otsus Plus Papua” ini diluncurkan hari ini (25/11) di Jakarta.

Sidney Jones, Direktur IPAC mengatakan laporan ini mengeksplorasi tentang bagaimana sebuah proposal yang kontroversial akan mengamandemen undang-undang tahun 2001 tentang Otonomi Khusus.
“Akhirnya ada beberapa ide yang berguna tentang Papua. Pertanyaannya sekarang adalah apakah orang akan membelinya,” kata Sidney Jones, direktur IPAC, kepada Jubi (25/11).

Gagasan otsus plus ini muncul dari diskusi antara Presiden Yudhoyono dan gubernur Papua terpilih Lukas Enembe pada bulan April 2013. Presiden ingin meninggalkan sesuatu yang positif pada Papua saat ia siap selesai menjalankan tugasnya sebagai presiden dan gubernur ingin tonggak untuk 100 hari pertama dalam masa jabatannya.

Hasilnya enam bulan kemudian adalah sebuah draft yang diproduksi untuk Enembe oleh tim di Jayapura. Draft ini berfokus secara eksklusif pada peningkatan pendapatan propinsi dan kekuasaan gubernur. Karena setiap amandemen undang-undang tahun 2001 harus mencakup kedua propinsi Papua, maka Gubernur Papua Barat juga ingin diberi kesempatan untuk terlibat.

Draft selanjutnya, dimana ada keterlibatan Gubernur Papua Barat ini, dikirim kembali ke Enembe pekan lalu (minggu ketiga November). Draft ini tidak lagi hanya tentang uang . Namun juga rencana untuk melindungi dan pemetaan tanah adat, memberikan insentif untuk mendapatkan guru bagi daerah terpencil, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, pengendalian migrasi dari daerah lain di Indonesia, mendirikan partai politik lokal dan melindungi hak asasi manusia.

“Masalahnya adalah sangat sedikit orang telah melihat rancangan ini dan belum ada debat publik. Gubernur Enembe berharap untuk memberikan draft ke Jakarta bulan ini sehingga presiden bisa cepat mengajukannya ke DPR RI sebelum akhir tahun ini. Walaupun saat ini itu tampaknya mustahil, tapi itu sudah terjadi, terjadi tanpa masukan masukan dari masyarakat sipil.” kata Jones.

“Tidak ada yang harus meremehkan hambatan untuk melakukan pekerjaan ini,” kata Cillian Nolan, wakil direktur IPAC. “Mendapatkan konsensus di Papua untuk memberikan Otonomi Khusus sebuah kesempatan akan cukup sulit, apalagi mendapatkan rancangan baru melalui parlemen. Namun ada banyak muatan berguna dalam draft Manokwari untuk ditolak sebelum adanya sebuah diskusi serius tentang isi.” lanjut Nolan.

“Tanggapan pemerintah Papua Barat terhadap usulan pemerintah Papua untuk Otsus Plus berisi beberapa ide yang paling inovatif tentang bagaimana memperkuat posisi ekonomi dan politik masyarakat adat Papua. Namun tantangannya sekarang adalah untuk melihat apakah ada yang akan “membelinya”.” kata Jones lagi.

Tantangan tersebut sangat berat, termasuk diantaranya adalah berkurangnya kepercayaan masyarakat sipil lokal terhadap pejabat pemerintah daerah. Banyak dari mereka yang dianggap lebih dimotivasi oleh keuntungan pribadi daripada komitmen untuk kesejahteraan Papua. Ketidakpercayaan Otsus Plus sebagai sebuah konsep telah diperkuat oleh tidak adanya upaya dari pemerintahan provinsi untuk meminta opini publik dalam draft mereka.

Selain itu, beberapa elit Papua merasa mereka telah berulang kali dikhianati oleh Jakarta, sehingga mereka berpikir untuk apa mereka harus memberikan waktu dan usaha dalam penyusunan proposal kebijakan yang kemungkinan akan diblokir oleh Jakarta? Posisi Provinsi Papua Barat oleh Jayapura dipandang sebagai bagian yang selalu bekerja untuk melemahkan dukungan semangat Otonomi Khusus. Salah satu contohnya adalah pemisahan MRP Papua Barat dari MRP.

Di Jakarta? Di tengah dinamikan politik saat ini sulit bagi anggota parlemen untuk mengumpulkan dukungan besar terhadap sebuah konsesi bagi Papua yang dianggap sudah menerima terlalu banyak kebijakan ekonomi yang menguntungkan. (Jubi/Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SIDNEY JONES TENTANG DRAFT OTSUS PLUS, APAKAH ORANG AKAN “MEMBELINYA”?