KEPOLISIAN GELAR BARANG BUKTI, KNPB BANTAH ITU MILIK MEREKA

share on:
Waka Polda Papua dan Kapolres Jayapura Kota saat menunjukkan Barang Bukti yang di sita (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura 27/11 (Jubi) – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Brigjen Polisi. Drs. Paulus Waterpauw didampingi Kapolres Jayapura Kota menggelar konferensi pers di Mapolres Jayapura Kota, sekitar pukul 22.00 wit, Selasa (26/11) malam tadi. Dalam konferensi pers ini, digelar juga barang bukti yang diklaim pihak kepolisian sebagai milik massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Barang bukti yang digelar malam tadi antara lain, 2 Bendera Bintang Kejora masing-masing 1 meter x 50 cm dan 30 cm x 20 cm, 1 buah bendera KNPB bertuliskan “lawan”, 1 buku berjudul “IPWP dan Peradilan Makar”,  1 unit LCD Sharp, 1 unit laptop Axioo, 1 buah jaket militan loreng, 1 kartu keluarga atas nama Doga Tabuni, 3 unit Handphone (merk Mito, Nokia dan Maxtron), 1 buah Kampak, 3 buah pisau dapur, 1 buah pisau sangkur, 1 buah pisau sangkur jenis AK-47, 2 buah celurit (sabit.red), 3 unit senapan angin (tidak uth), 1 unit senapan rakitan, 1 spanduk bertuliskan “kami rakyat papua barat  menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah Vanuatu untuk membawa masalah papua ke forum PBB,” 6 busur, puluhan anak panah, 1 botol dopis serta bahan-bahan peledak.

Kata Wakapolda, barang bukti yang ditemukan tersebut adalah hasil pengembangan dan penyisiran dari tiga lokasi. “Dari hasil pengembangan tiga lokasi, ditemukan senjata-senjata tajam, senjata api, sebagian besar senapan angin rakitan, saran lain yang mereka gunakan untuk membangun sebuah perjuangan mereka, saya pikir ini jelas-jelas sudah melanggar hukum, sehingga nanti akan di proses tim terpadu baik Polresta maupun Polda Papua,” tegas Wakapolda.

Selain itu, lanjut Wakapolda, Kapolresta telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang berjumlah sekitar 28 orang yang sat ini masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik BKO Polda Papua dan Polres Jayapura Kota.

Namun pihak KNPB membantah barang bukti itu adalah milik KNPB yang ditemukan dalam penyisiran setelah insiden kemarin. Buchtar Tabuni, mantan Ketua Umum KNPB kepada Jubi mengatakan barang bukti yang ditunjukkan oleh polisi itu bukan milik KNPB. Polisi, menurut Buchtar, sengaja menunjukkan barang-barang lama yang disita dari masyarakat sebagai upaya membangun skenario untuk menyudutkan KNPB.
“Itu barang bukti lama yang polisi sita dari masyarakat lalu sengaja menjelek-jelekkan KNPB. Itu bukan milik KNPB tapi milik masyarakat yang disita polisi sejak dulu. Kemungkinan itu barang-barang yang pernah mereka sita di Abe Gunung dulu.” kata Buchtar.

Sementara itu, Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Alfred Papare, Sik dalam konferensi pers tadi malam mengatakan bahwa tidak ada korban dari pihak KNBP yang dtahan polisi.
“Disini tidak ada korban sama sekali dari 28 yang diamankan. Memang situasi dilapangan menyebabkan aparat kita dilapangan melakukan pengejaran, serta penangkapan. Sehingga terjadi perlawanan dilapangan. Untuk luka parah tidak ada. Dari kami seorang perwira luka satu orang atas nama Ipda Toding kena lemparan batu pada bahu kirinya yang saat ini dalam kondisi sakit,” jelas Kapolres. (Jubi/Indrayadi TH/Victor Mambor)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KEPOLISIAN GELAR BARANG BUKTI, KNPB BANTAH ITU MILIK MEREKA