BUPATI KEEROM DIMINTA PERCEPAT PEMBANGUNAN TERMINAL SENTRAL

share on:
Tampak Terminal Sentral di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom yang belum diselesaikan.(ab/jubi)

Jayapura,28/11(JUBI)— Lambannya  penyelesaian pembangunan terminal penghubung dan pasar di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom, menyebabkan beban ekonomi yang ditanggung petani di Arso  dirasakan masih sangat berat. Demikian diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Keerom, Samuel Isir kepada tabloidjubi.com, di  Arso II, Kamis(28/11).

Samuel Isir yang juga pernah menjadi  anggota DPRD Kabupaten Keerom periode 2003-2008 ini menjelaskan, bahwa pembangunan terminal penghubung itu sudah diusulkan pembangunannya sejak tahun 2008, tetapi sangat disayangkan tidak direspon secara cepat oleh Pemerintah Daerah. “Pembangunan sudah berjalan, tetapi hanya sepenggal sepenggal, dan sekarang ini sudah masuk tahun ke-5. Artinya, selama 5 tahun berjalan ini, dari 2008-2013, pembangunan terminal ini tidak diseriusi,”jelasnya.

Padahal, lanjut Samuel, dampak yang akan diberikan oleh keberadaan terminal ini sangat besar. Bukan saja untuk memperpendek jarak tempuh para petani Keerom dalam memasarkan hasil pertaniannya, tetapi juga akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Keerom yang cukup menjanjikan.”Karena di terminal penghubung ini bukan hanya milik petani, pedagang dan masyarakat, tetapi arus masuk dan keluar angkutan umum juga akan meningkat. Dengan demikian, ada retribusi yang ditarik, otomatis untuk mengisi kas PAD Kabupaten Keerom,”tandasnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Keerom, Drs. Yusuf Wally,MM yang dikonfirmasi terkait perkembangan pembangunan terminal penghubung tersebut menjelaskan, bahwa pembangunan terminal itu tetap di seriusi Pemerintah Daerah, dan keterlambatan pembangunannya disebabkan masalah dana yang terkendala pada proses transfer.

“ Terminal itu sedang di benahi, itu bukan saja terminal, tetapi juga pasar. Di Terminal itu juga akan dibangun sejumlah fasilitas. Ada beberapa fasilitas yang disatukan,antara lain Pos Perhubungan, Pos Hasil hutan, Pos Peternakan, Perdagangan, dan lain-lain yang kesemuanya itu  akan menyatu di lokasi Terminal  Penghubung atau Terminal Pasar itu,”jelas Yusuf Wally.

Bupati yang populer dengan program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) ini berharap pada tahun 2014 akhir sudah bisa dioperasikan, sehingga memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat di Kabupaten Keerom, serta membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.**

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BUPATI KEEROM DIMINTA PERCEPAT PEMBANGUNAN TERMINAL SENTRAL