INILAH TIGA AGENDA DPR PAPUA KE LUAR NEGERI

share on:
Ilustrasi Dokter. (http://img.menit.tv)

Jayapura, 28/11 (Jubi) – DPR Papua memberikan penjelasan terkait kunjungan ketua serta sejumlah anggota DPR Papua ke luar negeri beberapa waktu lalu. Ketua DPR Papua, Deert Tabuni mengatakan, ada tiga agenda yang dilakukan pihaknya saat berkunjung ke beberapa negara di Eropa.

“Dalam kunjungan saya bersama 10 anggota DPRP luar negeri lalu, ada tiga agenda kami ke sana. Pertama memenuhi undangan pameran budaya Indonesia di Prancis, training leadership atau belajar kepeminpinan selama dua hari di Jerman, dan ketiga bertemu mahasiswa Papua program 1.000 dokter. Itulah tiga hal kenapa kami ke luar negeri lalu,” kata Deert Tabuni saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/11).

Menurutnya, rencana berkunjung ke beberapa negara Eropa tersebut sudah diagendakan sejak 2012, hanya saja selama ini tertunda dan baru bisa dilaksanakan beberapa minggu lalu.

“Kami tiga hari di Jerman dan lanjut ke Prancis. Dari sana kami singgah di Belanda. Kami juga melakukan pertemuan dengan mahasisiwa Papua yang kulaih disana. Jumlahnya berkisar antara 50an orang yang ada di Kota Jerman, Prancis dan Belanda,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya mengecek langsung kondisi anak Papua yang diikutkan dalam program 1.000 dokter. Namun karena perbandingan nilai rupiah dan dollar di Eropa sangat tinggi, pihaknya berharap perlu ada kerja sama antara pemerintah Papua dengan pihak Jerman yang membidangi program 1.000 dokter tersebut.

“Kita perlu kerjasama karena mahasiswa yang dikirim ke Jerman perlu penyesuaian bahasa. Harus kursus dulu selama satu tahun di sana, begitu juga jika ke Prencis atau di Belanda,” katanya.

Ia menambahkan, jika dana yang diberikan kepada mahasiswa Papua di luar negeri sebesar Rp. 100 juta per tahun, setara dengan 3.000 sampai 4.000 euro dan nilai tersebut belum mencukupi kebutuhan mahasiswa Papua yang kuliah di sana.

“Itu tak cukup  untuk mereka biaya hidup disana sehingga sponsor mereka ini perlu dievaluasi kembali. Kami sarankan Pemprov Papua agar hal ini dievaluasi kembali. Kebutuhan di setiap negara pasti bedah. 1.000 dokter ini perlu ada  MoU dengan  lembaga swasta atau yayasan yang bisa di sana,” ujar Deert Tabuni. (Jubi/Arjuna) 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  INILAH TIGA AGENDA DPR PAPUA KE LUAR NEGERI