NOMENSEN MAMBRAKU JADI KETUA DEWAN KESENIAN TANAH PAPUA

share on:
Ketua DKTP terpilih periode 2014-2019, Nomensen Mambraku dalam Musda ke-V DKTP, terlihat menerima hasil sidang dari para pimpinan sidang. (Jubi/Levi)

Jayapura, 28/11 (Jubi) – Nomensen Mambraku akhirnya terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) untuk periode tahun 2014 – 2019 menggantikan John Ibo sebagai Ketua DKTP sebelumnya. Pemilihan Ketua DKTP berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Dewan Kesenian Tanah Papua, yang dihadiri semua perwakilan DKTP dari daerah kabupaten/kota dan para pengurus DKTP Provinsi Papua, yang dilaksanakan di Hotel Sahid, Entrop, Kota Jayapura, Papua, sejak Selasa (26/11) hingga Rabu malam (27/11).

Nomensen terpilih secara aklamasi saat masih dalam penjaringan calon Ketua DKTP, dengan perolehan 26 suara dari 37 suara yang berhak memberikan suaranya, yakni 20 suara dari pengurus DKTP Provinsi Papua dan 17 suara dari perwakilan DKTP dari daerah kabupaten/kota. “Saya tak bisa pidato, tapi intinya saya siap bekerja. Saya terpilih sebagai Ketua DKTP adalah pelayan untuk kita semua,” katanya saat memberikan sambutannya usai terpilih sebagai Ketua DKTP periode 2014-2019, di Hotel Sahid, Entrop, Kota Jayapura, Papua, Selasa malam (27/11).

Mengurus organisasi seperti DKTP, kata Nomensen, adalah persoalan hati yang bersih, sebab ketika hati yang bersih mengalir untuk mengatur sebuah oranisasi, maka di situ tidak ada pertentangan antara satu sama lain. “Mari kita menyusun program visi dan misi berdasarkan kelompok yang kita bentuk bersama-sama. Jadi intinya, saya siap bekerja menerima program-program yang diajukan ke saya, kemudian kita rangkum dan diskusikan, lalu kita bicara tentang kemana Papua dengan para senimannya ke depan,” katanya.

Menurut Nomensen, dirinya melihat, para seniman Papua saat ini hidup dalam penderitaan, sehingga perlu diangkat oleh pemimpin-pemimpin di Papua yang hatinya bersih. Pihaknya akan bicara lebih banyak tentang kemana DKTP dengan seniman-seniman Papua dibawa. Sebab DKTP ini organisasi independen dan di dalamnya memiliki tugas utama, bagaimana memperjuangkan seni dan budaya di Papua ini harus bisa menghidupkan seniman-seniman di tanah Papua agar lebih baik lagi ke depan.

“Sehingga, tugas pokok yang perlu dikembangkan dalam DKTP, pertama-tama mempertahankan dan memperkenalkan kesenian tanah Papua ke seluruh belahan nusantara, bila perlu ke seluruh belahan bumi. Kami akan tunjukkan bahwa ini kami orang Papua dengan kesenian kami yang mempunyai kekhususan dari berbagai macam etnis yang ada di Papua. Itu yang paling pokok untuk saya,” kata Nomensen.

Selain itu, menurut Nomensen, DKTP ke depan harus mampu memperjuangkan kemandirian para seniman di tanah Papua. “Para seniman Papua harus mampu berdiri sendiri atas daya kemampuan yang didorong oleh DKTP. Sehingga secara bekesinambungan DKTP mampu menciptakan masyarakat mandiri, makmur, dan sejahtera, seperti dicita-citakan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe,” katanya.

Meski DKTP lembaga independen, tapi kata Nomensen, juga sebagai mitra kerja pemerintah di bidang kesenian. “Ini sudah terbukti, pemerintah daerah selama ini betul-betul memberikan perhatian serius bagi perkembangan DKTP, sehingga kita lihat juga berkembangnya DKTP di kabupaten/kota. Itu gambaran, mereka memberikan perhatian ke DKTP di daerahnya masing-masing. Itu artinya, ada sebuah lingkaran kebersamaan mengembangkan seni di Papua secara berkesinambungan,” katanya.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua, Wim CH. Rumbino dalam menutup Musda ke-V DKTP mengatakan, dirinya percaya jika Musda ke-V DKTP ini merupakan forum tertinggi bagi para seniman Papua dan sangat strategis, serta penting dalam melakukan evaluasi menyeluruh keberadaan organisasi ini, baik struktur, personal kepengurusan, program dan kegiatan, serta manajemen organisasi.

“Sehingga para pengurus terpilih, hendaknya memiliki tanggungjawab melahirkan pikiran konstruktif yang disinergikan kebijakan pembangunan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya seniman yang ada di kampung agar kualitas dan kreativitas berkeseniannya meningkat dan mampu melakukan inovasi melahirkan karya seni bermutu. Sehingga para seniman kita mampu bangkit dari persoalan hidupnya untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Rumbino.

Rumbino juga mengatakan, DKTP harus mampu mengaktualisasikan programnya yang lebih sistematis, berkesinambungan dan strategis. Juga DKTP harus mampu membina hubungan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, LSM, lembaga keagamaan, maupun kelompok kesenian dan masyarakat umum. “Ini dapat dilakukan melalui kegiatan kesenian yang bersifat terbuka untuk keterlibatan seluruh seniman dan masyarakat umum,” katanya.

Menurut Rumbino, pemerintah daerah juga melihat seniman Papua hingga saat ini dalam perkembangan pembangunan yang sangat maju, posisinya masih berada dalam kondisi yang belum baik apabila dilihat dari berbagai aspek kehidupannya, terutama kesejahteraannya jika dibandingkan dengan para seniman di luar Papua. “Para seniman Papua belum mampu bangkit dari berbagai persoalan hidup yang dihadapi. Sehingga para pengurus DKTP agar bersama pemerintah, segera rumuskan langkah kebijakan yang baik,” katanya.

Selain itu, kata Rumbino, organisasi kesenian, termasuk sanggar-sanggar kesenian dan para seniman di daerah perlu difasilitasi dan diberdayakan, agar ke depan dapat bangkit mandiri disegala aktivitas kehidupannya. “DKTP segera menginventarisasi kelompok kesenian dan seniman Papua, menyusun data base dan peta persebaran kesenian dan seniman Papua, agar dapat membantu pemerintah di setiap perencanaan pembangunan kebudayaan kesenian secara terarah bagi kepentingan pemberdayaan seniman di Papua ini,” katanya. (Jubi/Levi)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  NOMENSEN MAMBRAKU JADI KETUA DEWAN KESENIAN TANAH PAPUA