RSUD ABEPURA PERLU BERBENAH

share on:
Aston Situmorang saat mempresentasikan hasil workshop (Jubi/Musa)

Jayapura, 29/11 (Jubi)Rumah Sakit Umum Daerah Abepura, Kota Jayapura, perlu berbenah. Lantaran beberapa indikator dalam survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dinilai masih kurang. Beberapa narasumber menilai beberapa indikator pelayanan perlu diperbaiki.

Demikian disampaikan Koordinator survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kota Jayapura tahun 2012, Aston Situmorang saat menyampaikan hasil survey IKM yang dilakukan oleh KIPRa Papua dan Tifa Foundation di Hotel Sahid Papua, Jumat (29/11). Menurut dia, ada beberapa indikator yang masih dianggap kurang oleh narasumber yang di wawancarai dan pasien yang sementara berobat.

Dari hasil survey yang dilakukan, kebanyakan responden mengeluhkan kecepatan pelayanan, kepastian jadwal pelayanan dan kedisiplinan petugas pelayanan pembebasan biaya layanan di rumah sakit ini. “Ini beberapa kendala-kendala yang perlu diperhatikan oleh pihak RSUD Abepura,” ujar Aston.

Beranjak dari hasil survey, KIPRa Papua, merekomendasikan empat hal untuk RSUD Abepura. Pertama, Pemerintah Kota Jayapura dan RSUD Abepura perlu meningkatkan kecepatan pelayanan dan kepastian jadwal pelayanan di semua Unit Layanan yang masih mendapat persepsi kepuasan terendah atau dibawah rata-rata pada setiap unit layanan publik, agar tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dapat lebih baik lagi pada tahun 2014.

Kedua, Pemerintah Kota Jayapura dan RSUD Abepura perlu meningkatkan kedisiplinan petugas pelayanan pada unit pelayanan (terutama Unit Layanan Kesehatan dan kependudukan) yang masih mendapat nilai persepsi terendah atau dibawah rata-rata. Ketiga, Pemerintah Kota Jayapura dan RSUD Abepura perlu memastikan kebijakan pembebasan biaya layanan pendidikan dan kesehatan. Keempat, Pemerintah Kota Jayapura dan RSUD Abepura perlu memastikan adanya Transparansi Prosedur dan biaya layanan pada setiap Unit Layanan.

KIPRa berharap, ntuk meningkatkan kinerja pelayanan publik di kota Jayapura dan RSUD Abepura, maka disarankan untuk : meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas, transparansi informasi dan publiksi informasi secara kontinu kepada publik baik melalui melalui media publik dan tempat layanan, memberikan penghargaan (reward) kepada Unit Layanan yang dapat melakukan pelayanan optimal.

Perlu adanya sanksi (punishment) kepada unit layanan yang tidak melakukan pelayanan sesuai standar pelayanan publik, perlu kemudahan dan penyederhanaan prosedur pelayanan publik dan membentuk pelayanan Satu Atap dan mendekatkan pusat-pusat layanan kepada publik pada setiap Distrik dan Layanan Kesehatan. (Anak lahir langsung ada akta lahir di RSUD karena ada petugas Dukcapil disitu).

Direktur RSUD Abepura, drg. Aloysius Giyai mengaku sangat senang dengan penelitian yang dilakukan. “Saya senang dengan penelitian yang dilakukan. Kalau ada kekurangan kita akan perbaiki,”tuturnya. (Jubi/Musa)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RSUD ABEPURA PERLU BERBENAH