WALIKOTA: KEAMANAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA

share on:
coffee morning yang digelar pemkota Jayapura dengan sejumlah muspida dan tokoh adat dan agama (jubi/sindung)

Jayapura, 28/11(Jubi) – Walikota Jayapura Drs. Benhur Tommy Mano, MM mengatakan, masyarakat membutuhkan rasa aman dari unsur Muspida yang ada di Kota Jayapura, namun untuk mewujudkannya perlu campur tangan dari semua pihak dan tidak hanya bisa dibebankan kepada aparat penegak hukum saja.

“Saya minta dimasing-masing RT/RW itu harus ada dibangun Pos-Pos Siskamling untuk menjaga, menginformasikan dan mengawasi lingkungannya, mungkin ada pencuri atau hal-hal lain yang menyusup masuk ke wilayahnya mereka bisa melapor ke Polsek atau Koramil. Kemanan adalah tanggungjawab kita bersama,” ungkap Benhur Tommy Mano saat pelaksaan Coffe Morning yang digelar bersama Toga, Tomas dan Muspida Kota Jayapura di Gedung Serbaguna Kantor Walikota Jayapura, Kamis (28/11)

Telah diprogamkan juga oleh Pemkot serta pihak Kepolisian yang akan menggelar patroli rutin di beberapa titik di Kota Jayapura untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Mano juga mengakui bahwa melakukan berbagai upaya pendekatan kepada pihak-pihak yang dikenal memiliki ideologi berbeda meski banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan tersebut, namun ia akan tetap melakukan hal tersebut guna merangkul tokoh-tokoh tersebut agar mereka juga mau terlibat didalam proses pembangunan di Kota Jayapura.

“Hal ini saya lakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat saya,” tegas Mano.

Dalam kesempatan tersebut, banyak isu keamanan yang mendominasi dari berbagai topik yang dibahas, terutama karena belum lama ini kembali terjadi aksi anarkisme di Kota Jayapura yang mengakibatkan satu orang tidak bersalah mengalami kritis di RS Dian Harapan.

Salah satunya ondofolo Waena, Ramses Ohe yang menegaskan bahwa dalam kejadian yang lalu seluruh unsur hukum yang ada telah dilanggar, karenanya perlu ada penegakkan hukum yang tegas untuk menanganinya.

“Saya melihat semua yang terjadi, mulai dari peristiwa yang terjadi di Waena dilingkungan saya sendiri, dan peristiwa itu tidak boleh terjadi lagi di Kota Jayapura. Karena dilihat dari sisi hukum, hukum adat, hukum agama, hukum pemerintah semua ini arahnya satu untuk kesejahteraan, keamanan, keselamatan, kebahagiaan setiap insan bangsa yang ada di kota ini,” tutur Ramses.

Terkait hal itu, dirinya berencana akan membuat sebuah Musyawarah khusus yang melibatkan Pemerintah baik itu Pemkot Jayapura atau juga Pemprov Papua, juga dengan berbagai unsur kemasyarakatan guna mencari kata mufakat untuk mengatasi masalah keamanan di Kota Jayapura

“Kami dari orang-orang tua harapkan tidak boleh lagi ada pembunuhan di atas Tanah Tabi, dan semua orang adat tidak boleh biarkan orang lakukan hal yang tidak sampaikan melalui kita (adat),” cetus Ramses.

Sebagai tokoh adat atau ondoafi tertua di Port Numbay, dirinya menghimbau kepada elemen masyarakat yang berdiam di Kota Jayapura untuk memfungsikan para – para adat dengan tujuan agar para – para adat juga mengambil perannya dalam menekan kegiatan – kegiatan yang dapat merugikan penduduk kota yang  lain.

“Apa yang dikatakan oleh Walikota Jayapura,Drs.Benhur Tommy Mano,MM adalah benar, kita (yang datang dari luar Papua dan orang Papua-red) harus sama – sama menjaga kota ini agat tetap aman,” tukasnya. (Jubi/sindung)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WALIKOTA: KEAMANAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA