SEKOLAH PAPUA HARAPAN BISA JADI SEKOLAH PERCONTOHAN

share on:
Pendiri Sekolah Papua Harapan, Wallace Wiley Ketika Berbincang Dengan Panja Komisi E DPRP dan Kepala BPSDM Papua. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 6/12 (Jubi) – Komisi E DPR Papua yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan menilai, Sekolah Papua Harapan yang dikelolah Yayasan Pendidikan Harapan Papua bekerjasama dengan BPSDM Provinsi Papua layak dijadikan sekolah percontohan. Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya mengatakan, Panja Pendidikan dan Kesehatan Komisi E DPR Papua telah melihat langsung pola pendidikan Sekolah Papua Harapan, Kamis (5/12) kemarin.

“Dari hasil turun lapangan itu, kami menyimpulkan Sekolah Harapan Papua luar biasa karena tidak hanya mempersiapkan anak untuk mendapat ilmu tapi yang lebih penting adalah pembentukan karakter.

Anak-anak usia SD komunikasi bahasa inggrisnya luar biasa. Sekolah itu juga dilengkapi sarana untuk memacu bakat mereka . Ini bisa jadi sekolah percontohan untuk membangun pendidikan di Papua,” kata Kenius Kogoya, Jumat (6/12).

Mengenai beberapa kendala yang dialami pihak Sekolah Papua Harapan menurutnya, untuk visa yang jadi kendala guru dan staf asing hal itu memang agak sulit karena itu kebijakan pemerintah.

“Tapi kan di Indonesia sebenarnya banyak guru berkualitas. Pihak sekolah mencarikan guru yang memiliki kapasitas. Tidak hanya bisa komunikasi bahasa inggris tapi juga punya hati bagaimana mendidik anak-anak. Kalau masalah lahan, jika masa kontrak Sekolah Papua Harapan usai, tak ada alasan bagi Pemprov Papua tidak memperpanjang kontrak lahan itu selama Pemkab Jayapura setuju. Bisa diperpanjang dulu sambil dicarikan lokasi dan mempersiapkan sarana dan prasarana yang ada,” ujarnya.

Dikatakan, misi sekolah itu yakni merekrut anak dari semua daerah di Papua. Peluang itu harus dimanfaatkan oleh Pemkab yang ada di Papua untuk megirim anak-anaknya dibina di sana.

“Kalau orang tuanya tidak mampu pemkab wajib membackup dengan pembiayaan karena itu tugas mereka. Anak yang dikirm dari kabupaten layak dibiayai. Para bupati kalau bisa datang melihat langsung sekolah ini agar mereka tahu seperti apa sekolah ini,” ucapnya.

Sementara Kepala BPSDM Provinsi Papua, Zhakaria Giyai mengatakan, Sekolah Papua Harapan adalah sekolah yang memberikan kesempatan pendidikan dasar yang layak kepada anak-anak dari pedalaman Papua yang tidak ada sekolah.

“Mereka diseleksi lalu dibawa ke Jayapura dan ketika tiba mereka akan masuk sekolah peradaban atau yang kita sebut sekolah transisi selama enam bulan sampai satu tahun sebelum mereka bergabung dengan anak-anak dari daerah lain di kota. Tujuaanya agar mereka memiliki kemampuan beradaptasi saat masuk sekolah,” kata Zhakaria Giayai.

Menurutnya, sistem rekrutmennya, yayasan turun langsung ke daerah dan bekerjasama dengan gereja. Saat ini ada sekitar 50 anak yang ada di Sekolah Papua Harapan. Mereka ditampung di asrama.

“Yang paling penting bagaimana membentuk karakter dan tingkat kemampuan anak. Ini dari TK mulai diambil. Kami harap kedepan para bupati dari pedalam Papua bisa mengirim minimal 10 orang anak untuk bisa masuk Sekolah Papua Harapan. Apalagi yayasan  kerjasama dengan pesawat misi yang beroperasi di seluruh pedalam Papua sehingga tidak perlu dicarter untuk merekrut atau membawa anak-anak dari pedalaman,” ujarnya. (Jubi/Arjuna)

 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEKOLAH PAPUA HARAPAN BISA JADI SEKOLAH PERCONTOHAN