WARGA KELUHKAN PEMBERIAN BLSM TAK MERATA

share on:
Warga Kota Wamena ketika mengantri untuk menerima dana BLSM di Kantor Pos Wamena. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 10/12 (Jubi) – Kantor PT Pos Indonesia cabang Wamena resmi membagikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada para Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Distrik Wamena Kota, Selasa (10/12).

Dari pantauan tabloidjubi.com, masyarakat Wamena sudah memadati Kantor Pos Wamena sejak pagi hari untuk menerima dana BLSM yang dikucurkan pemerintah pusat sebagai konsekuensi naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun sejak dibuka penerimaan BLSM untuk Distrik Wamena Kota tersebut, banyak warga masyarakat yang mengeluh bahwa pembagian atau penerima bantuan tidak merata, di mana ada warga yang merasa dapat tetapi tidak diakomodir dalam pendataan.

Dengan sikap tersebut, banyak masyarakat merasa keberatan yang disampaikan ke pihak Kantor PT. Pos Indonesia cabang Wamena dan juga pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini istansi teknis yaitu Dinas Kesejahteraan Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya.

Seperti apa yang yang disampaikan Herry Waromboy salah satu warga Wamena yang mengakui bahwa banyak warga komplain karena tak terakomodir dalam data penerima manfaat BLSM tersebut. Sehingga dengan begitu, Herry Waromboy menyalahkan pihak pemerintah daerah yang terkesan mendata penerima BLSM asal-asalan yang mengakibatkan warga yang seharusnya terima dana tetapi tidak terakomodir.

Hal senada diakui warga dari Kelurahan Wamena Kota, Albert Esuru, dirinya menegaskan bahwa ada sebagian besar warga yang seharusnya menerima BLSM tetapi tidak terakomodir dalam data penerima manfaat.
“Misalnya di RT/02 Kelurahan Wamena Kota hampir semua warga tidak terdata di dalam yang terdata nama-namanya, kami tidak kenal,” ungkap Albert.

Tak hanya itu, beberapa warga lain seperti halnya di daerah Kodim dan sekitarnya juga sama sekali tak terakomodir dalam data penerima manfaat.

Namun hingga berita ini dirillis, belum ada konfirmasi langsung dari Kantor Pos Wamena sebagai penanggungjawab penyalur dana BLSM, berapa banyak rumah tangga sasaran di Distrik Wamena Kota yang berhak menerima BLSM.
Di mana, hingga malam hari pihak Kantor Pos Wamena masih melakukan pembagian dana BLSM kepada masyarakat, sehingga tak satu pun perwakilan Kantor Pos dapat ditemui. Namun dari data yang diperoleh dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jayawijaya, jumlah penerima BLSM di Kabupaten Jayawijaya secara keseluruhan ada 35.330 rumah tangga sasaran.

Sementara itu Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Marthen Yogobi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (10/12) menjelaskan menyangkut data penerima BLSM itu sepenuhnya bukan kewenangan Dinas Sosial. Menurutnya, penerima BLSM ini sesuai dengan hasil sensus penduduk tahun 2010 di mana Badan Pusat Statistik (BPS) yang langsung melakukan pendataan, kemudian data yang diperoleh diolah oleh Badan pendataan nasional.
“Karena program ini mendadak setelah adanya kenaikan BBM, sehingga pemerintah menunjuk Kementerian Sosial sebagai pengguna anggarannya, namun Kemensos sebagai pengguna anggaran meminta data kepada badan pendataan nasional dimana penentuan stadar yang layak menerima dan tidak layak itu tidak menjadi kewenangan Dinas Sosial, kami hanya sebagai penyelenggara,” ujar Marthen Yogobi menjelaskan.

Marthen mengakui, dengan data tersebut lalu diarahkan ke PT Pos Indonesia untuk menyalurkannya. “Persoalan yang layak dan tidak layak itu Dinas Sosial tidak memiliki kewenangan dan tidak terlibat langsung dalam penglolahan data. Data itu adalah data BPS dengan dasar sasarannya adalah penerima manfaat raskin menjadi patokan. Ini hasil diskusi rapat di Jayapura dan di Jakara, sehingga kalau bicara data kami dinas sosial tidak dapat menentukan siapa yang layak dan tidak layak karena data itu dari sana,” tuturnya.

Dengan begitu, dirinya menambahkan bahwa dinas sosial hanya ditunjuk sebagai sebagai koordinator untuk sosialisasi dalam rangka penyaluran, di dalamnya beranggotakan sejumlah istansi seperti halnya pihak kepolisian, TNI, BPS, Inspektorat dan beberapa istasni lain. (JUBI/ISLAMI)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARGA KELUHKAN PEMBERIAN BLSM TAK MERATA