PEMDA WAROPEN DINILAI TAK PEDULI PADA WARGANYA DI DISTRIK KIRIHI

share on:
Logo Pemda Kabupaten Waropen (Ist)

Waropen,11/12(JUBI)Persoalan pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil nampaknya begitu sulit untuk diatasi, sehingga orang asli Papua yang mendiami daerah terpencilpun kian menderita dengan serangan penyakit yang menimpa mereka dan sulit untuk menikmati layanan kesehatan yang baik. Kondisi itu yang terjadi pada masyarakat asli Papua yang ada di Distrik Kirihi, Kabupaten Waropen.

“Selain akses transportasi yang serba sulit dan mahal, kami nilai Pemerintah Daerah juga tidak serius untuk memperhatikan warga Waropen yang ada di Distrik Kirihi,” ungkap Therpimus Yandewoa, Kepala Sekolah SDN 1 Kirihi, yang ditemui tabloidjubi.com di Waren, Kabupaten Waropen, Rabu(11/12).

Dijelaskan, bahwa petugas medis yang ada di Puskesmas Kirihi hanya satu orang dan itupun statusnya adalah tenaga honor. Tidak ada Kepala Puskesmas, sehingga untuk melayani orang sakit dan melakukan pelayanan kesehatan secara umum di Distrik Kirihi, dilakukan secara mandiri dengan segala keterbatasannya.
“ Saya biasa memanggilnya dengan sebutan Udin, kami tinggal bersebelahan rumah di Distrik Kirihi, jadi nasib kita berdua persis sama. Bukan saja tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah,sarana prasarana yang kami butuhkan, tidak pernah digubris. Keterbatasan obat maupun alat medis lainnya, selalu dikeluhkan kepada saya,” ujar Therpimus.

Katanya lagi, bahwa akses transportasi ke Kirihi hanya melalui udara, dengan biaya carteran pesawat Rp 34 Juta sekali terbang. “Tidak ada penerbangan yang melayani masyarakat umum. Hanya dengan carteran, barulah pesawat berbadan kecil yang memuat 6 orang itu bisa masuk ke Kirihi,” tandasnya.

Karena itu, Kepala Sekolah SDN 1 Kirihi ini berharap agar Pemerintah Daerah memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap masyarakat asli Papua yang ada di Kirihi,dengan memberi perhatian yang baik kepada petugas kesehatan, dokter, obat-obatan dan sarana prasarana kesehatan lainnya yang ditugaskan, sehingga tingkat kesehatan dan kehidupan masyarakat di sana bisa lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen,M.Nur Lasut yang dimintai tanggapannya terkait masalah tersebut,ikut prihatin. Dirinya membenarkan pernyataan kepala sekolah SDN Kirihi itu.”Saya sudah berupaya dengan maksimal untuk mengirim petugas medis sebagai Kepala Puskesmas guna mengelolah masalah kesehatan di sana(Kirihi), tetapi tidak ada satu orangpun yang betah di sana. Sudah 3 orang yang saya ganti, namun tidak satupun yang betah di sana. Saya prihatin, karena 3 orang ini adalah anak asli Kabupaten Waropen,” tandasnya.

Dirinya juga membenarkan bahwa petugas yang sementara ini berada di Kirihi adalah tenaga kontrakan, bukan pegawai negeri.”Ia benar, namanya Udin.Dia adalah tenaga kontrakan, saya bersyukur ada dia di sana, dan dia orangnya sangat betah di sana, sehingga ada sedikit membantu Dinas Kesehatan dalam menjalankan fungsi pelayanan Kesehatan,” jelasnya.

Selaku penanggung jawab dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, M.Nur Lasut berkomitmen akan terus memperhatikan dan membenahi masalah kesehatan di Kabupaten Waropen, bukan saja di Kirihi, tetapi di semua Distrik yang ada di Kabupaten Waropen, dengan menempatkan petugas medis dan obat-obatan. (Jubi/AB Yomo)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMDA WAROPEN DINILAI TAK PEDULI PADA WARGANYA DI DISTRIK KIRIHI