MILIKI SATU PINTU, PEMBANGUNAN VENUES VOLLEY DAN BASKET DIPERTANYAKAN

share on:
Pembangunan GOR untuk venues Voly dan Basket, namun sayang hanya memiliki satu pintu yang akirnya dikiritik oleh Pengurus KONI saat ini (Jubi/Roberth)

Jayapura, 13/12, (Jubi) – Gedung latihan cabang olahraga volley dan basket yang dibangun tahun 2013 oleh pengurus KONI Papua periode lama, ternyata dikritik pembangunannya oleh pengurus KONI periode sekarang. Pasalnya gedung yang dibangun tersebut, hanya terdapat satu pintu di masing-masing venue tersebut.

“Masalahnya jika terjadi kerusuhan, ataupun gempa bumi, akan sangat bermasalah karena penonton maupun atlit yang ingin menyelematkan diri, akan berdesakan di satu pintu,” ungkap salah satu unsur sekretaris KONI Papua periode sekarang, Koko Rachman kepada tabloidjubi.com, Jumat, (13/12) di Jayapura.

Dia juga menilai gedung yang dibangun tersebut tanpa fentilasi yang memadai. Dia kuatir akan sangat mempengaruhi atlit dalam hal pernafasan saat latihan ataupun bertanding. Bukan hanya itu, Koko Rachman juga mengakui jika nantinya menggunakan pendingin ruangan atau AC, akan sangat menyedot listrik banyak karena membutuhkan sirkulasi udara dan pendingin yang tidak sedikit.

Di tempat terpisah, Ketua Bidang Umum KONI Papua periode lalu, Spencer Infandi mengatakan kalau pembangunan dua venue tersebut yang terletak di belakang GOR Cenderawasih APO Jayapura itu bukan untuk pertandingan, akan tetapi venue yang dikhususkan untuk melakukan latihan.

“Kami lakukan pengerjaan gedung tersebut diambil dari internet,” bilang Spencer Infandi.

Sebelumnya Sekretaris Umum KONI Papua, Yusuf Yambeyabdi mengatakan salah satu dari dua tempat tersebut akan dijadikan tempat rapat sementara pengurus KONI karena kondisi kantor KONI saat ini tidak memiliki ruang rapat yang representatif. (Jubi/Roberth Wanggai)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MILIKI SATU PINTU, PEMBANGUNAN VENUES VOLLEY DAN BASKET DIPERTANYAKAN