BUPATI PUNCAK: DIDUGA ADA KESENGAJAAN PEMBAKARAN KANTOR KEUANGAN

share on:
Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik.(Jubi/Alex)

Wamena, 19/12 (Jubi) Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik menduga ada unsur kesengajaan dibalik peristiwa terbakarnya Kantor Badan Keuangan Kota Ilaga, yang terjadi pada Kamis (19/12) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIT. Sebab kantor bertipe 76 bangunanya terbuat dari kayu dan belum ada aliran listrik.

“Kantor Keuangan bertipe 76 ini terbuat dari kayu. Bila dikatakan penyebabnya akibat lampu, kantor ini belum ada aliran listrik apalagi bila disebabkan akibat koslet. Selain itu juga seluruh bangunan kantor telah dipasang teralis. Sehingga kejadian ini benar–benar diluar dugaan,” kata Wilem Wandik kepada wartawan, di Wamena, Kamis (19/12).

Menanggapi itu, Bupati Puncak Willem Wandik meminta kepada pihak kepolisian Polda Papua mengungkap hingga tuntas otak atau pelaku pembakaran Kantor Badan Keuangan di Kota Ilaga, Kabupaten Puncak. Peristiwa ini juga membuat dirinya sangat menyesal karena disaat kejadian dirinya tak berada di tempat.

“Saya baru mendapat kabar dari Kabupaten Puncak belum ada indikasi lain dan masyarakat saya sangat menjaga kondisi keamanan disana. Akan tetapi saya mendapat kabar, kantor keuangan terbakar. Saya sudah mendapat laporan dari Polsek Illaga dan sudah melakukan olah TKP. Tak hanya itu saja, masyarakat juga sangat menyesalkan peristiwa kebakaran ini,” ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab kebakaran itu, selaku bupati dirinya sudah berkomunikasi dengan kapolres dan meminta tim Polda Papua untuk ke Puncak guna melakukan investigasi mendalam. “Saya mengharapkan supaya siapa itu otak dibelakangnya terungkap. Karena masyarakat kita disana dan Pemerintah daerah sementara menjaga kamtibmas, serta  dan melakukan rekonsiliasi,” tukasnya.

Menurutnya, selama beberapa hari terakhir ini, masyarakatnya tidak ada menuntut apa–apa didalam kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Puncak. Pada dasarnya masyarakat mengharapkan bagaimana pemerintah harus berjalan baik dan aman. Dari tokoh masyarakat, perempuan bahkan PNS sedang mengharapkan untuk bagaimana PNS bekerja dan harus melayani masyarakat.

“Akan tetapi terjadi peristiwa dan ini menurut saya aneh. Kok bisa terjadi karena disitu ada kompleks, ada Brimob yang tinggal. Saya merasa ini merupakan hal yang perlu diklarifikasi. Tetapi lewat kepolisian baru kita akan simpulkan. Tetapi ini bisa terjadi dan saya merasa mungkin ada sesuatu yang ganjal terjadi,” katanya.

Saat ditanya soal kerugian, ujar Willem Wandik, kerugian ditaksir sekitar Rp3 milliar. Sebab bangunan yang dibangun ini menelan biaya sekitar Rp1 milliar. Namun karena isi bangunan dan tingkat kemahalan di kabupaten ini.  Maka nilai kerugian sangat besar. “Kemungkinan juga ada arsip penting. Tetapi saya belum mendapatkan informasi dari kepala dinas keuangan yang belum menyampaikan pada saya. Apakah arsip–arsip itu ada semua didalam ataukah ada diluar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya AKBP Marsellis saat dikonfirmasi Tabloidjubi.com melalui telepon seluler menilai, masih terlalu dini untuk menilai peristiwa tersebut. “Kita tunggu hasil penyelidikan dan olah TKP dari tim forensik Polda Papua,” kata Marsellis. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BUPATI PUNCAK: DIDUGA ADA KESENGAJAAN PEMBAKARAN KANTOR KEUANGAN