2014, DANA SERTIFIKASI BERDASARKAN DAPODIK

share on:
Ilustrasi guru memberikan pelajaran di salah satu sekolah di jayapura(Jubi/Sindung)
Ilustrasi guru memberikan pelajaran di salah satu sekolah di Jayapura(Jubi/Sindung)

Jayapura, 7/1 (Jubi) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert Johan Betaubun mengaku Pembayaran Dana Sertifikasi Guru pada tahun 2014  akan dibayar melalui Kementrian Pendidikan Nasional dengan sistem input data berdsarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terkoneksi secara online.

Robert mengaku, Dapodik akan menjadi system input data yang dibuat dari tiap sekolah secara langsung ke kementrian Pendidikan Nasional terkait Data Sekolah, Data Peserta Didik, Data Guru/PTK sehingga secara tidak langsung akan membawa dampak Penyaluran Dana BOS ke sekolah, Pemberian Beasiswa kepada siswa berprestasi atau siswa kurang mampu, Kenaikan pangkat Guru / PTK, Tunjangan Profesi / Tunjangan sertifikasi Guru.

“Jadi Dapodik pendidikan itu dibuat di sekolah, jadi secara online sekolah melaporkan guru-guru itu punya jam belajarnya, jam mengajarnya dan jam tatap muka dikelas,” ujar Betaubun di SMP Negeri I Jayapura, Selasa (7/1).

Robert mencontohkan di SMA A atau SD A rombongan belajarnya hanya 3, guru fisikanya 3 berarti jumlah jam mengajarnya 3X9 berarti 28 jam. “Kalau tiga orang guru fisika secara online itu, secara otomatis, kurang jam pelajaran berarti dana sertifikasi tidak dibayar,” kata Robert.

Sehingga tidak mustahil jika ada tagihan ganti rugi kepada para penerima sertifikasi yang tidak cocok dengan Dapodik tersebut. “Ya benar, sanksi itu bisa juga diberikan kepada para guru yang tidak dapat menunjukkan bukti pencapaian jam pembelajaran sesuai dengan target sertifikasi tersebut,” tegas Betaubun.

Terkait sistem pembayarannya tetap melalui rekening masing-masing guru, yang hingga kini diharapkan tidak bermasalah. Disdik juga sedang berupaya untuk memberikan  masukan ke Kementrian agar menyalurkan transfer melalui Bank Papua.

Kepala Sekolah SMUN 4 Jayapura, I Wayan Mudiyasa sangat mengapresiasi pelaksanaan Dapodik karena membuat transparansi terkait segala sesuatunya yang ada di sekolah dengan Kementrian Pendidikan Nasional.

“Untuk di Papua baru 4 sekolah yang yang menjadi pilot project, seperti SMU 4 Jayapura, SMU 1 Jayapura, SMA Mandala, dan SMA Muhamadiyah Abepura,” jelas Wayan melalui telepon selularnya. (Jubi/Sindung)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  2014, DANA SERTIFIKASI BERDASARKAN DAPODIK