PANTAI HOLTEKAMP KEMBALI MAKAN KORBAN

share on:
Pelajar SMA N 2 Skanto, Keerom, Ade Irma Laraswaty salah satu korban tenggelam yang selamat (Jubi/Indrayadi TH)
Pelajar SMA N 2 Skanto, Keerom, Ade Irma Laraswaty salah satu korban tenggelam yang selamat (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura, 11/1 (Jubi) – Lokasi rekreasi Pantai Holtekamp yang terletak di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, kembali makan korban di awal tahun 2014. Kali ini korban seorang pelajar SMA Negeri 2 Skanto, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom atas nama Muhammad Riyanto (17 tahun) berdomisili di Arso XII, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom.

Korban tewas tenggelam akibat terseret ombak di Pantai Holtekam. Dari pantauan media ini, sebelumnya rombongan siswa-siswi SMA Negeri 2 Skanto tersebut berekreasi ke Pantai Holtekamp menggunakan truk. Sesampainya di lokasi wisata itu, puluhan siswa siswi ini berenang di bibir pantai. Tapi  sekitar pukul 10.30 WIT, dua orang siswi bernama Ade Irma Laraswaty dan Dwi Nur Wati terseret ombak, sehingga berteriak minta tolong.

Beruntung kedua siswi itu berhasil di tolong beberapa warga dan rekan-rekannya. Tapi naas bagi Muhammad Riyanto yang berniat menolong, namun tubuhnya terseret arus hingga hilang sekitar pukul 11.30 WIT. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 12.25 WIT, tubuhnya berhasil ditemukan warga dan rekan-rekannya. Selanjutnya langsung di bawa ke Puskesmas Perawatan Koya Barat, Distrik Muara tami, Kota Jayapura untuk di visum.

Ade Irma Laraswaty, salah satu korban tenggelam yang berhasil selamat menuturkan, jika ia bersama rekannya sedang bermain di pinggir pantai. Namun sebagian teman-teman menggunakan pelampung “Ban Dalam”. “Kalau saya nggak pakai pelampung, terus ada temanku yang ajak ke tengah. Tapi saya nggak mau, karena makin lama makin dalam, baru ombaknya kan tinggi, saya sudah ke pinggir baru ada temanku. Ya sudah kita main di pinggir. Tapi makin lama kakiku makin tidak sampai di pasir,” katanya, Sabtu (11/01).

Ia yang sudah merasa tidak kuat, lantas berteriak meminta tolong kepada teman-temannya. “Saya teriak minta tolong, ada yang tolongin namanya Bayu, tapi dia tidak kuat. Riyanto datang untuk membantu. Selanjutnya saya tidak ingat lagi karena sudah tenggelam,” keluhnya.

Saat ditanya tujuan rekreasi ke pantai, apakah dari sekolah atau inisiatif siswa siswi? Irma yang masih lemas akibat tenggelam menuturkan bahwa rekreasi itu inisiatif sendiri, teman-teman mengajak dirinya. “Iya dari teman-teman SMA Negeri 2, kalau ibu guru ada cuma kita tidak ikut ibu guru. Saya sudah tidak mau ke pantai lagi, sudah trauma,” sesalnya.

Kapolsek Muara Tami, Kompol Yulius Yawan saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Sekitar jam 11.30 waktu papua anak-anak sekolah SMA dari skanto. “Ada yang terseret ombak, terus kemudian saat seorang temannya mau menolong tapi akhirnya tidak bisa sehingga kemudian dia dibawa arus ombak,” kata Yulius, Sabtu (11/01).

Sebelumnya di awal tahun 2013 lalu, Seorang pelajar SMA Negeri 1 Swakarsa, Distrik Arso, Kabupaten Keerom atas nama Lukas Dafid Erik Tham tenggelam akibat terseret arus pantai wisata tersebut. Semoga dengan adanya kejadian ini Pemerintah Daerah setempat dapat mencari jalan keluar guna memberikan rasa aman kepada pengunjung dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PANTAI HOLTEKAMP KEMBALI MAKAN KORBAN