ORGANISASI SAYAP KANAN GERINDRA DI PAPUA TERBENTUK

share on:
Ketua DPD Gerindra Papua, Ny. Yanni, SH Ketika Pelantikan Pengurus KIRA DAN SATRIA Gerindra Papua. (Jubi/Arjuna)
Ketua DPD Gerindra Papua, Ny. Yanni, SH Ketika Pelantikan Pengurus KIRA DAN SATRIA Gerindra Papua. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 13/1 (Jubi) – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Papua terus mengembangkan sayap untuk meraih hasil maksimal pada Pemilihan Legislatif (Pileg), 9 April mendatang. Setelah melakukan pembekalan Calon Legislatif (Caleg) selama dua hari (11/12) lalu, Gerindra Papua kembali melakukan gebrakan dengan membentuk organisasi sayap kanan Gerindra di Papua, Kristen Indonesia Raya (KIRA) dan Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA).

Pelantikan Pengurus Daerah Kristen Indonesia Raya (KIRA) Papua dengan Ketua, Pdt. Frederick Toam Sth dan Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) yang dipimpin Inereus W Bolly oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) KIRA, Murphy Hutagalung dan Ketua PP SATRIA, Heru Djoansyah berlangsung di Hotel Aston, Kota Jayapura, Senin petang (13/1).

Ketua DPD Gerindra Papua yang juga Ketua Induk KIRA dan SATRIA Papua, Ny. Yanni, SH mengatakan, Kehadiran KIRA dan SATRIA yang merupakan salah satu organisasi sayap Partai Gerindra sangat strategis. Kehadiran organsiasi kehadiran ini akan menjadi lokotif untuk menggalang suara.

“Kita tahu pemilih dominan di Papua adalah nasrani, dan jika KIRA berperan aktif, bisa menggalang suara untuk kemenangan Gerindra di Papua. KIRA harus mampu meyakinkan umat Kristiani jika Gerindra adalah tempat nyaman bagi umat Kristiani karena Gerindra adalah partai terbukan yang memiliki komitmen tinggi serta tegas dalam memperjuangkan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan,” kata Ny. Yanni.

Menurutnya, Ketua Dewan Pemina Gerindra, Prabowo Subianto adalah sosok yang tegas dan melindungi kaum minoritas dan kehadiran KIRA tidak hanya penting dan startegis.

“Saya tidak membandingkan dengan partai lain, tapi sepertinya hanya Gerindra yang punya organisasi sayap kanan dan kami menempatkan Kristen dibagian depan karena Kristen ikut membangun bangsa ini. Tidak hanya Kristen tapi ada Islam Indonesia,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina KIRA yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra dan merupakan adik Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo yang hadir dalam pelantikan pengurus KIRA dan SATRIA Papua mengatakan, bangsa Indonesia harus jadi bangsa yang disegani dan dihormati serta sewaktu-waktu ditakuti. Disegani dan dihormati bukan karena militer yang kuat, namun lebih penting karena rakyat  sejahtera dan makmur.

“Itu yang perlu. Jangan sampai anak di bawah umur dari Indonesia harus cari nafkah di luar negeri. Salah satu misi Gerindra adalah memberantas kemiskinan serta ketidak adilan. Gerindra didirikan 6 Februari 2008 untuk semua suku, agama, ras dan golongan. Gerindra tujuannya untuk memelihara dan merawat Indonesia untuk semua suku, ras, agama dan golongan agar merasa nyaman,” kata Hashim Djojohadikusumo.

Menurutnya, umat Kristen juga ambil bagian dalam mendirikan negara Indonesia.

Minoritas agama bukan indekost di Indonesia ini tapi juga pemilik dan ikut membangun Indonesia. “Kita ingin membawa perubahan di Indonesia. Sudah terlalu lama kebohongan berkuasa di republik Indonesia ini,” ujarnya. (Jubi/Arjuna)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ORGANISASI SAYAP KANAN GERINDRA DI PAPUA TERBENTUK