PROSES HUKUM PENGANIAYAAN KARYAWAN LION AIR DIHENTIKAN

share on:
Kasat Reskrim Polres Merauke, Agus Siswanto (Jubi/Ans)

Merauke, Jubi (15/1)— Proses hukum penganiayaan karyawan Lion Air, Koko yang dilakukan oleh Kepala Merpati Perwakilan Mindiptanah, YM beberapa waktu lalu, dihentikan dan tidak dilanjutkan. Karena kedua belah pihak telah bersepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Merauke, Iptu Agus Suprianto kepada tabloidjubi.com, Rabu (15/1).  “Ya, oleh karena kedua belah pihak ingin berdamai, maka proses hukum tak dapat dilanjutkan. Dengan demikian, laporan dari Koko ke Polres Merauke beberapa waktu lalu, dicabut,” katanya.

Secara terpisah, karyawan Lion Air Perwakilan Merauke, Koko enggan untuk memberikan keterangan dengan alasan harus mendapatkan petunjuk lebih lanjut dari pimpinannya di tingkat pusat. “Saya minta maaf kepada rekan-rekan wartawan, karena tidak dapat memberikan penjelasan sekarang. Karena nanti bisa simpang siur informasinya,” ujar dia.

Namun demikian, Koko mengakui jika sudah dilakukan pertemuan bersama dengan YM. “Memang pimpinan dari pusat menyerahkan kepada kami untuk menyelesaikan. Hanya saja, tidak mungkin saya harus berbicara sekarang,” katanya.

Ditanya jangan sampai ada tekanan kepada dirinya, Koko membantah. “Tidak ada tekanan juga. Secara pribadi saya juga mempunyai niat agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Karena jika sampai diteruskan proses hukumnya, justru akan mengganggu pekerjaan YM serta keluarga. Selain itu, kami adalah mitra kerja pula,” tuturnya. (Jubi/Ans)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PROSES HUKUM PENGANIAYAAN KARYAWAN LION AIR DIHENTIKAN