MAU CABUT PEN, JAKSA BILANG LAPOR POLISI DULU

share on:
Stevanus Banal
Stevanus Banal (Jubi/Mawel)

Wamena, 18/1 (Jubi) – Korban penembakan pasca pembakaran atau dugaan pelaku pembakaran Polres Pegunungan Bintang, 16 Juni 2013 lalu, mengaku tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena alasan yang tidak jelas.

“Dokter bilang, minggu pertama, Desember, cabut pen tapi lewat. Sudah naikan surat, tetapi jaksa bilang ketemu polisi, kabag reskrim dulu,” tutur Stevanus Banal salah satu korban penembakan aksi balas dendam Polisi pasca pembakaran Polres Pegunungan Bintang, kepada tabloidjubi.com di Wamena, Sabtu(17/1).

Permohonan pencabutan pen ini diajukan Stevanus melalui KPLP Lapas Wamena secara lisan maupun tertulis. “Pertama tertulis. Kedua lisan. Jawabannya saya hubungi kasat Reskrim dulu begitu saja,” kata Stevanus meniru ucapan jaksa yang didengarnya dari petugas Lapas. Sampai sekarang, Sevanus belum tahu jaksa sudah beritahu atau belum kepada polisi untuk pencabutan pen di kaki kirinya.

Selain itu, menurut Stevanus, ia tidak mendapatkan obat yang harus diminum selama pemulihan tulang kaki kiri yang patah. “Sudah tidak minum obat dua minggu.Perawatannya sudah tidak ada lagi,” tambah Stevanus.

Menurut Hengki, Bidana, salah satu keluarga Korban, pihak jaksa mesti penuhi hak korban. “Hak mendapatkan pelayanan kesehatan tidak ada kaitan dengan kasus, jadi keluhan sekecil apapun mestinya terpenuhi.” kata Hengki.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Nnegeri Wamena, Sabtu (17/1), yang dipimpin hakim ketua Bernanda Ursula Mayor SH, Stevanus Banal di vonis 1,7 bulan penjara. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa tiga tahun penjara. Atas vonis ini,  Stevanus merasa tidak adil, ia merasa menerima dua kali hukuman. “Saya ditembak begini kasi bebas berobat ka..” kata Stevanus.

Kuasa Hukum Stevanus, Semy Latunusa M.H, mengatakan Stevanus mestinya dibebaskan saja. “Hukummannya sudah ditembak. Kalau begini kan, dihukum dua kali,” ujar Jemmy kepada media ini, Sabtu (18/1) dalam perjalan Wamena-Jayapura. (Jubi/Mawel)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MAU CABUT PEN, JAKSA BILANG LAPOR POLISI DULU