15 PERSEN DANA KESEHATAN, DIHARAPKAN TEPAT SASARAN

share on:
Otsus Harus Membuat Masyarakat jadi Semakin Berdaya (zonadamai.com)
Otsus Harus Membuat Masyarakat Jadi Semakin Berdaya (Foto: zonadamai.com)

Jayapura, 24/1 (Jubi) – Sekretaris Harian Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Uncen, Nelson S. Dudung, mengatakan, akibat jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Papua sangat luas, maka pembagian 15  persen dana untuk kesehatan ini harus tepat sasaran. “Ini lantaran jangkauan pelayanan kesehatan memang cukup luas,” katanya ke tabloidjubi.com di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (23/1) malam.

Menurutnya, sedikitnya 365 puskesmas yang tersebar di 29 kabupaten/kota di seluruh Papua sehingga pihaknya ingin menyampaikan pokok-pokok pikiran terkait dengan perubahan anggaran 80 persen untuk kabupaten/kota. Sementara 20 persen untuk provinsi. Pagu anggaran 80 persen untuk kabupaten/kota diharapkan dapat digunakan sebagaimana diamanatkan UU Otsus.

Nelson dan rekan-rekannya juga mengapresiasi kebijakan regulasi perubahan anggaran yang dicanangkan Gubernur Papua, Lukas Enembe. “Dari 80 persen itu, 15 persen diperuntukkan untuk bidang kesehatan. Dengan demikian, dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, pustu dan rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan harus bisa melayani masyarakat asli Papua dengan baik,” kata Nelson.

Marthen Tabi, Ketua Departemen Organisasi Alumni FKM Uncen meminta, bupati dan walikota mengadopsi sistem pelayanan kesehatan yang diterapkan di negara-negara maju, seperti di Kuba yang rasio penduduk terhadap akses pelayanan kesehatan dua berbanding satu atau dalam satu distrik, dua rumah sakit dan dua puskesmas yang fasilitas lengkap serta lengkap dengan rawat inap dan pelayanan kesehatan dasar. “Kami berharap agar bupati, walikota dan DPRD tingkat bisa jeli melihat amanat UU Otsus,” kata Marthen ke tabloidjubi.com di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (23/1) malam.

Sehingga, lanjut Marthen, masing-masing unit layanan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Petugas kesehatan di Kuba misalnya, mampu menurunkan angka pasien dan umur harapan hidup. Hingga kini, Kuba merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem pelayanan kesehatan terbaik di dunia.

Terkait 15 persen, dana kesehatan, Ketua Harian Ikatan Alumni FKM Uncen, Paskalis A. Howay berharap, dana ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Lebih khusus lagi, untuk peningkatan pelayanan kesehatan dasar pada puskesmas-puskesmas yang di Provinsi Papua sesuai dengan standar pelayanan minimal puskesmas (SPM-Puskesmas).

Adapun upaya kesehatan adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang tercapai (accessible), terjangkau (affordable) dan bermutu (quality) dan berkelanjutan (sustibylity) untuk terselenggarannya pembangunan kesehatan guna meningkatkan upaya derajat kesehatan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang setinggi-tingginya pada masyarakat yang ada di kampung-kampung di Tanah Papua. 15 persen  untuk bidang kesehatan diharapkan sesuai surat keputusan (SK) Menteri Kesehatan Nomor 128/Menkes/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.

“Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota harus mampu menjelaskan tupoksi utama kepada puskesmas-puskesmas di kabupaten/kota. Di puskesmas, terdapat delapan belas usaha pokok puskesmas dan enam urusan wajib tingkat dasar yaitu promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular serta pengobatan dasar,” kata Paskalis ke tabloidjubi.com di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (23/1) malam. (Jubi/Aprila)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  15 PERSEN DANA KESEHATAN, DIHARAPKAN TEPAT SASARAN