CEGAH KERUSAKAN HUTAN, JERAT GELAR PELATIHAN

share on:
Ilustrasi Hutan (IST)
Ilustrasi Hutan (IST)

Jayapura, 26/1 (Jubi) – Guna mencegah kerusakan hutan, Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) menggelar pelatihan database. Pelatihan berlangsung di Kantor Jerat di BTN Kampkey, Abepura, Kota Jayapura, Papua selama dua hari, Jumat (24/1)-Sabtu (25/1).

Materi hari pertama, khusus untuk staf Jerat dan hari kedua untuk Mitra Jerat. Mitra yang mengikuti pelatihan yakni  Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa), Pusat dan Cabang Balim serta Yayasan YASWARI Supiori.

Markus Imbiri, salah satu narasumber dalam pelatihan, Sabtu (25/1) mengatakan, pelatihan ini selain bermanfaat bagi sistem pengarsipan file, dokumen dan data, tapi juga sistem database yang terbangun dapat mengurangi penggunaan kertas, sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi hutan Papua yang semakin hari semakin rusak,  akibat dari masuknya investasi-invsetasi besar di Tanah Papua.

“Menjamurnya pemekaran daerah otonomi baru (DOB) yang membutuhkan pembukaan areal hutan yang luas padahal hutan Papua adalah paru-paru dunia,” kata Markus kepada tabloidjubi.com di Abepura, Minggu (26/1) sore.

Menurutnya, pelatihan database ini juga menjadi ruang untuk membangun jaringan kemitraan dengan lembaga lain, terutama Yadupa dan Yaswari yang terlibat, untuk kepentingan sosialisasi dan kampanye perlindungan hutan di Papua. Masyarakat pada umumnya masih memandang pembuatan website untuk sebuah basis data adalah hal yang sulit.

“Berbicara dunia komputer saja, sampai saat ini masih dianggap sulit. Namun jika disiasati dengan software yang ada, sekiranya hal itu tidak sulit karena dunia sekarang adalah dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan saya berharap masyarakat siap dengan perkembangan ini,” tuturnya.

Software USB Webserver dan WordPress adalah salah satu contoh untuk dapat membangun sebuah jaringan lokal sederhana guna  membuat website basisdata secara offline. “Dengan menggunakan software ini, kita dapat mengisi website local host kita kapan saja karena tidak tergantung pada jaringan Internet,” kata Markus lagi

Herman Swom, peserta  dari Yayasan Yaswari Supiori meminta, Jerat menyatakan siap membuka diri dengan perubahan ini. “Saya selalu siap membuka diri, jika mereka membutuhkan kejelasan lanjutan guna memperdalam pengetahuan tentang sistem database dan pembuatan serta pengelolaan website,” kata Herman kepada tabloidjubi.com di Abepura, Jayapura, Minggu (26/1) sore. (Jubi/Aprila Wayar)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  CEGAH KERUSAKAN HUTAN, JERAT GELAR PELATIHAN