HARGA DOLAR PENGARUHI PEMBANGUNAN JEMBATAN HAMADI-HOLTEKAMP

share on:
Maker jembatan Hamadi-Holtekam(Jubi/sindung)
Maker jembatan Hamadi-Holtekam(Jubi/sindung)

Jayapura, 5/2 (Jubi) – Ternyata gejolak mata usang asing, khususnya dolar Amerika berdampak dengan besaran dana pembangunan jembatan dan jalan Hamadi-Holtekam yang rencananya akan dibangun Juni 2014 mendatang.

Wakil Walikota Jayapura, Nuralam mengemukakan, dana rencana awal keseluruhan pembangunannya mencapai Rp800 milyar, tapi kini akan diperkirakan naik sesuai dengan fluktuasi dolar.

“Sebenarnya kalau hitungan awal masih menggunakan standar konsultan adalah 1 dolar = Rp9600, nah karena bahan baku yang impor dan dana ini pasti berkembang, sehingga dana rencana awal Rp800 milyar pasti bertambah,” katanya ditemui dalam acara lauching Grand Abe Hotel, di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (5/2).

Nuralam juga mengemukakan, pembagian tetap seperti ditelah diketahui bersama bahwa pemerintah pusat menangani jembatan utama, pemerintah Provinsi Papua kebagian jembatan pendekat dan pemerintah Kota Jayapura adalah jalan akses.

Untuk pendanaan pembangunannya, Nuralam mengungkapkan, ada beberapa tingkatan dimana telah dibagi, yakni pemerintah Kota Jayapura di dalam tahun 2014 menyiapkan Rp11,7 milyar dan pemerintah Provinsi Papua sebesar Rp75 milyar dan Rp40 milyar dari APBN melalui Balai Jalan dan Jembatan. “Untuk di kota, ada tahap awal dari APBD sebesar Rp1,7 milyar dan dana tambahan Rp10 milyar,” ungkapnya.

Nuralam juga mengemukakan, adanya rekomendasi Kemhut RI terkait Amdal yang harus memakai tiang pancang bukan timbunan dalam jalan pendekat dimana bagian itu membuat adanya perubahan dana yang harus dikeluarkan pemerintah Kota Jayapura yang akan melebihi Rp500 milyar. “Tentu saja pihak kami optimis dan akan bangun komunikasi siap dengan hal itu,” tegasnya.

Mengenai peletakkan batu pertama pembangunannya oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pihak pemerintah Kota Jayapura telah berkoordinasi deng staf ahli presiden dan telah dipastikan akan dilaksanakan pada Juni 2014 mendatang.

Mengenai status kepemilikan tanah, Nuralam mengemukakan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan para pemilik hak ulayat. “Sudah ada pembicaraan mengenai itu,” katanya.

Terkait dengan pelelangannya, Nuralam menegaskan, akan dilaksnakan sesegera mungkin dan diharapkan akan selesai di triwulan pertama tahun 2014. “Kita akan menggunakan lembaga yang kita punya LPSE dan diharapkan kontraktor mulitasional akan ikut di dalamnya,” katanya.

Kadis PU Kota Jayapura, Jenny Karinda mengemukakan, pihaknya akan berkoordinasi mengenai jumlah dana yang dibutuhkan. “Kami akan berkoordinasi untuk membahas hal tersebut ,dalam 1-2 hari ini,” katanya. (Jubi/Sindung)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HARGA DOLAR PENGARUHI PEMBANGUNAN JEMBATAN HAMADI-HOLTEKAMP