OCTO TAK DISIPLIN, PERSERU HANYA BERMODAL SEMANGAT

share on:
maruanaya
Robby Maruanaya (Jubi/DAM)

Jayapura, 6/2 (Jubi)-Pengamat sepak bola dan mantan gelandang klub Mandala Jaya Klub Divisi Utama Persipura era 1980 an, Marthen Rumere menilai klub Perseru Serui hanya bermodal semangat sebagai klub baru di Indonesia Super Liga sehingga wajar saja kalau masih belum maksimal dalam setiap laga termasuk bermain imbang melawan Persela dengan skor 0-0.

“Saya melihat mereka masih perlu pembenahan dan mematangkan mental bertanding mereka,” kata Rumere kepada tabloidjubi.com usai menyaksikan hasil imbang pertandingan antara Persela Lamongan melawan Perseru Serui di Stadion Mandala, Rabu(5/2).

Dia menambahkan paling tidak dengan hasil imbang tim berjuluk Kuda Laut ini masih tetap eksis di level ISL.

Hal senada juga dikatakan manager Perseru Serui Jance Banua, tim berjuluk Kuda Laut bukan sekadar lewat saja di ISL tetapi harus berprestasi dan mampu membikin kejutan di dalam setiap laga.

Laga kedua menghadapi Persela jelas membuat pelatih Perseru Serui, Robbie Maruanaya kecewa berat karena pemain andalannya Octo Maniani bermain tidak sesuai instruksi dan strategi yang ditetapkan. Jelang laga melawan Persela Lamongan, pemain mungil ini tak kelihatan batang hidungnya saat rekan-rekannya berlatih selama dua hari di Jayapura. Pelatih Robbi Maruanaya sangat kecewa dengan tingkah laku Octo Maniani dan hanya menyerahkan semuanya ini kepada pihak menejemen untuk mengambil tindakan.

Ia mengatakan Otovianus Maniani tidak disiplin selama pertandingan dan permainan anak asuhnya berbeda saat melawan Persepam Madura United. Pasalnya sejak menit awal melawan Persepam, Oktovianus dan kawan-kawan mengendalikan permainan termasuk mencetak empat gol ke gawang Persepam Madura.

Robbie Maruanaya menilai Maniani memposisikan dirinya sebagai pemain nasional sehingga merasa lebih hebat. Padahal lanjut Maruanaya dia tak ada apa-apanya dengan pemain lain dan ini titik lemahnya.

Gagal meraih point sempurna di Stadion Mandala, pelatih Robbie Maruanaya menyalahkan pemain karena bermain tak sesuai instruksi dan waktu recovery sangat minim menyebabkan pemain kelelahan.

Persela Lamongan jelas belajar dari kekalahan melawan Persipura, apalagi saat kedatangan Persela ke Jayapura masih dalam kelelahan sehingga hanya bermain aman saja. Kelihatannya target mereka adalah melawan Perseru dan terbukti tim asuhan Eduard Tjong mampu meraih satu point karena bermain imbang 0-0 melawan Perseru.

Pelatih Eduard Tjong sudah mengamati pergerakan kedua wing Perseru terutama Oktomaniani dan Yoksan Ama yang memiliki umpan silang yang sangat terukur. Apalagi pelatih Eduard Tjong menganggap bermain di Stadion Mandala tempat netral sehingga tak ada beban mental ketika berhadapan dengan Oktovianus Maniani dan kawan-kawan. (Jubi/dominggus a mampioper)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  OCTO TAK DISIPLIN, PERSERU HANYA BERMODAL SEMANGAT