LPMA SWAMEMO DESAK GUBERNUR ENEMBE HENTIKAN PENAMBANGAN LIAR

share on:
Thobias Bagubau/Markus Youw
Thobias Bagubau/Markus Youw

Jayapura, 9/2 (Jubi) – Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Walani Mee dan Moni (LPMA SWAMEMO) meminta dukungan dari Gubernur Provinisi Papua Enembe  untuk menghentikan penambangan ilegal yang berlangsung selama empat belas tahun.Penambangan ilegal di sepanjang Sungai Degeuwo di Kabupaten Paniai itu sudah banyak merugikan masyakrat adat maupun pemerintah Kabupaten Paniai, Nabire, dan Provinsi Papua, bahkan negara Indonesia.

“Kami mendesak Bapak Gubernur Provinsi Papua dan wakilnya untuk untuk menyurati Kapolda Papua agar menertibkan penambangan liar yang terus dilakuan selama tiga belas tahun terakhir,” kata Thobias Bagubau, Ketua LPMA SWAMEMO di Waena, Jayapura, Papua,Sabtu (8/2/2014).

Selain itu, LPMA SWAMEMO juga juga minta agar Kapolda menangkap pengusaha ilegal yang selama ini masih aktif melakukan pencurian emas dalam jumlah banyak.

Terkait dengan penambangan liar itu, Karel Kobogau, Sekretaris Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (KOMISI),  meminta agar Gubernur Provinsi Papua menutup penambangan ilegal dan meminta pertanggungjawaban para pengusaha pelaku pencurian emas dalam sepuluh tahun terakhir.

“Soal Degeuwo ini, Gubernur harus menutup (menghentikan aktivitas penambangan—Red). Sebab, penambangan itu sudah banyak menyebabkan dampak buruk bagi masyakrat di sekitar Sungai Degeuwo. Selain itu,  Gubernur juga harus menangkap dan meminta pertanggungjawaban pencurian emas, perusakan lingkungan, dan banyak persoalan yang selama ini terjadi di Degeuwo,” tandasnya. (Jubi/Arnold Belau)

Editor : Oyos Saroso H.N.
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LPMA SWAMEMO DESAK GUBERNUR ENEMBE HENTIKAN PENAMBANGAN LIAR