KPU KOTA JAYAPURA MASIH KEKURANGAN LOGISTIK PEMILU

share on:
TJIPTO WIBOWO (Jubi/Sindung)
TJIPTO WIBOWO (Jubi/Sindung)

Jayapura, 10/2 (Jubi) – Anggota Divisi Perencanaan Program, Keuangan dan Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura, Tjipto Wibowo, mengakui masih ada kekurangan logistik untuk pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2014 mendatang

Kekurangan logistik sebanyak 756 buah kotak suara dan 2.139 bilik suara diharpakan dapat didrop KPU pusat dalam dua minggu ini,” kata Tjipto ke tabloidjubi.com di Kantor KPU Kota Jayapura, Papua, Senin (10/2).

Cipto mengatakan logistik dari KPU Pusat itu untuk melengkapi kotak suara dari provinsi berjumlah 1.163 buah dan bilik berjumlah 1.044 buah. Saat ini KPU Jayapura hanya memiliki  1.261 kotak suara dan 1.010 bilik suara.

Tjipto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan perlengkapan pemungutan suara di TPS, seperti paku, karet, dan kemudian alat coblos dan alasnya. “Dana untuk untuk menyiapkan TPS sudah ada. Jadi kami tinggal tunggu dari provinsi,” kata dia.

Tjipto menambahkan, jika semua logistik sudah ada pihaknya akan segera mengemas dengan memasukkan ke dalam kotak suara. Lalu pada H- 1 sudah mulai distribusikan  ke TPS-TPS.

“Kami masih menunggu surat suara dan segel dari KPU pusat. Sementara tinta sudah terima dan kami sudah simpan di KPU Kota Jayapura. Jumlahnya pas,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Jayapura, Agus Sunarko, menegaskan pihaknya saat ini akan mengubah kantornya agar bisa dijadikan gudang logistik KPU untuk sementara. “Kami pun juga siap untuk melaksanakan pemilu legislatif pada 9 April mendatang,” katanya, di Kota Jayapura, Papua, Senin (10/2).

Sebagaimana pernah diberitakan tabloidjubi.com edisi 9 Januari 2014 lalu, ribuan kotak suara milik KPU Jayapura yang disimpan di gudangg  di Jalan Kelapa II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, hilang. Hilangnya kotak suara itulah yang menyebabkan saat ini KPU Jayapura kekurangan logistik pemilu 2014. (Jubi/Sindung)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KPU KOTA JAYAPURA MASIH KEKURANGAN LOGISTIK PEMILU