PASCA BENTROK DI MIMIKA, POLISI MINTA KEDUA BELAH PIHAK MENAHAN DIRI

share on:
Ilustrasi (www.tribun-maluku.com)
Ilustrasi (www.tribun-maluku.com)

Jayapura 11/2 (Jubi) – Pascabentrokan di Jalan Pattimura di Mimika, Minggu (9/2) malam antara Suku Kei Homat dan Kei Bombay, pihak kepolisian meminta kedua pihak menahan diri agar korban tidak bertambah.

“Saya minta masyarakat menahan diri dan membantu polisi untuk meredam insiden ini,” kata Kabag Ops Polres Mimika, Komisaris Polisi Arnolis Korwa kepada Jubi melalui telepon selulernya, Selasa (11/2).

Arnolis Korwa mengatakan agar pertikaian tidak berlanjut dan persoalan bisa diselesaikan, seharusnya kedua belah pihak tidak saling membalas. Menurut Korwa kini belum ada pertemuan antara kedua belah pihak yang dijembatanani kepolisian.
“Pertemuan belum dilakukan. Namun, sejak pertikaian itu terjadi kami sudah menghimbau agar masyarakat mau bekerja sama dengan polisi untuk mendapatkan pelaku. Kami akan mengusut tuntas. Pelakunya akan ditindak tegas,” kata Korwa.

Korwa mengaku saat bentrok terjadi dia dibantu Brimob dan Detasetemen B Polda Papua langsung memimpin pasukan untuk meredam bentrokan.  Menurut Korwa, berdasarkan data di kepolisian ada 17 orang terluka dan  satu orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Menurut Korwa kini pihak kepolisian terus melakukan pengamanan sambil terus mengimbau agar kedua belah pihak menahan diri.

“Sehingga tidak ada pihak-pihak yang memprovokasi untuk melebarkan masalah. Intinya kalau tidak menahan diri, maka tidak akan menjernihkan persoalan dan menyelesaikan masalah. Kita semua mau menyelesaikan masalah, tapi kalau masih menambah masalah, maka pasti tidak akan jernih masalah  itu,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi berlanjutnya pertikaian antara dua suku tersebut, kata Korwa, Polres Mimika akan menambah personel dari Brimob Polda Papua Detasemen A, Kotaraja, Jayapura.
“Kalau yang terjadi di Pattimura sampai ke Jayanti itu, di Polres ini terbagi dengan persoalan Jayanti maupun Irigasi. Jadi, kami  di-backup oleh Brimob Polda Papua Den B yang ada di Timika. Rencananya juga ada dukungan dari Brimob Jayapura,” kata Korwa.

Sebelumnya, penasihat kerukunan Kei Holat, Berry Maturan kepada Jubi mengatakan kejadian dari jalan Singaraja dan merembet ke Jalan Pattimura dan Jalan Budi Utomo. “Saya tidak tahu pasti asal muasal bentrok itu terjadi. Setahu saya memang yang lalu-lalu bentrok dimulai dari Jalan Singaraja dan merembet ke Pattimura sampai Jalan Budi Utomo. Yang meninggal setahu saya dari Kei Bombay,” kata Maturan, Senin (10/2)

Berry Maturan mengimbau warga suku Kei Holat agar berdiam diri di dalam rumah masing-masing dan menyerahkan penyelesaian masalah sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
“Dari tadi ada serangan balik terus ini, Saya himbau kepada mereka tidak boleh ikut menyerang tetapi tunggu di rumah saja. Saya harap di rumah saja, tidak boleh kemana-mana. Saya harap pihak keamanan harus mengambil alih hal ini dan berikan ketegasan agar orang lain yang tidak tahu masalah menjadi korban,” ujarnya. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PASCA BENTROK DI MIMIKA, POLISI MINTA KEDUA BELAH PIHAK MENAHAN DIRI