KERUSAKAN TAMAN NASIONAL LORENTZ PERLU PEMBUKTIAN

share on:
Taman Nasional Lorentz.(Google.com)
Taman Nasional Lorentz.(Google.com)

Jayapura, 12/2 (Jubi) – Kerusakan sebagian wilayah Taman Nasional Lorentz yang dikabarkan akibat dampak dari pembangunan jalan perlu dibuktikan dengan suatu penelitian. Hal ini dikatakan Direktur World Wild Found (WWF) Region Papua, Benja Mambay.

“Sejak awal kita sudah mempunyai komitmen, pembangunan jalan tersebut tidak melewati zona inti. Selain itu, harus ada ijin dari Kementerian Kehutanan dan dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan pembangunan tersebut saat ini sedang dipersiapkan Amdalnya,” kata Benja ke wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Rabu (12/2).

Soal ijin pembangunan jalan, menurut Benja, pihak Menteri Kehutanan sudah mengeluarkan ijin, sementara mengenai Amdalnya masih dalam proses. “Kalau ijin sudah dikeluaran oleh Menteri Kehutanan dan sejak awal kita sudah mempunyai komitmen pembangunan jalan tidak melewati zona inti,” tukasnya.

Taman Nasional Lorentz sudah mempunyai dokumen zonasi, sehingga di dalam pembangunan harus disesuaikan dengan zonasi yang ada. Sebab, kalau tidak maka, tim Unesco yang setiap tahun bersidang pasti akan meninjau kembali Taman Nasional Lorentz.

Ditambahkannya, bulan Januari kemarin juga, tim dari Menkokesra sudah turun ke Papua dan kami sudah banyak berdiskusi. “Namum, soal dampak pembangunan jalan di Taman Nasional Lorentz itulah yang perlu kita buktikan dengan sebuah penelitian,” katanya.

Diketahui, pada Januari lalu, Plt Deputi Urusan Kebudayaan Menkokesra, Dorhardo Pakpahan, memimpin sebuah tim ke Papua dan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten maupun SKPD dan Stake Holder lainnya.

Dimana dalam pertemuan itu, Pakpahan mengatakan, Komisi Koordinasi Warisan Dunia (Unesco) rencananya akan datang ke Indonesia pada Februari 2014 ini. Dimana kedatangan mereka bisa saja ke Papua dan berkunjung ke Taman Nasional Lorentz.

“Kedatangan tim itu untuk melihat sejauh mana dukungan dari pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terhadap pengelolaan warisan yang ada di dalam taman Lorentz. Jadi, ada informasi dampak dari pembangunan jalan dari Habema-Kenyam ada sebagian hutan disinyalir rusak. Jadi kita perlu data yang akurat untuk menjadi alasan kepada tim tersebut jika datang ke Papua nanti,” kata Dorhardo Pakpahan. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KERUSAKAN TAMAN NASIONAL LORENTZ PERLU PEMBUKTIAN