TIM DEPDAGRI RICEK LANGSUNG DOB DI SELATAN PAPUA

share on:
Kasi Otsus Depdagri RI, Nurbiwo (Jubi/Ans)
Kasi Otsus Depdagri RI, Nurbiwo (Jubi/Ans)

Merauke, Jubi (13/2)- Tim observasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan RI turun mengecek langsung,   mengobservasi  dua daerah otonom baru (DOB) di wilayah Selatan Papua,  yakni Kota Merauke dan Kabupaten Muyu.

Observasi itu bertujuan untuk mericek  kembali  data yang diserahkan terkait pemekaran sejumlah daerah tersebut, setelah dikeluarkan Amanat Presiden (Ampres) oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Kepala Seksi Otsus Kemendagri RI, Nurbowo saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Swisbel Hotel Kamis (13/2).

“Kami baru pulang melakukan observasi  di calon kabupaten baru di Mindip Tanah. Dari hasil observasi yang dilakukan, data-data sudah sesuai laporan tim pemekaran. Sedangkan Kota Merauke, juga akan dilakukan observasi dalam satu atau dua hari ini, sebelum tim pulang ke Jakarta,” tandasnya.

Pada  data yang ada, kata Nurbowo, nantinya akan dibuatkan cek-list sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007.
“Ya, observasi yang dilakukan seperti demikian, merupakan satu langkah menuju kepada sidang BPOD. Nantinya akan ditindaklanjuti lagi melalui rekomendasi apakah daerah tersebut diterima atau tidak,” ujarnya.

Jadi, jelas dia, observasi tersebut dalam rangka pembentukan DBO sesuai amanat PP dimaksud. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa apakah akan jadi atau tidak suatu daerah dimekarkan, tetapi bahwa aturan mengamanatkan untuk dilakukan observasi terlebih dahulu.  Kita tindaklanjuti observasi sesuai dengan Ampres yang dikeluarkan Presiden RI termasuk di Papua sebanyak 20 daerah,” tuturnya.

Lebih jauh Nurwibowo menjelaskan, dari hasil sidang yang dilakukan  akan menyusul rekomendasi untuk diserahkan kepada Presiden RI.

Dari situ, nanti dicetuskan  Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan  diteruskan kepada DPR RI guna dibahas dan ditetapkan menjadi undang-undang (UU).
“Teknisnya kami kerjakan  sesuai tupoksi yang diberikan.  Menyangkut hal-hal yang berkaitan secara politis, itu adalah diluar kewenangan tim,” tuturnya.

Secara terpisah Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Muyu, Martinus Torip mengaku, dirinya mendampingi tim untuk melakukan observasi selama satu hari di Mindip Tanah (calon kabupaten baru;red) yang merupakan pemekaran  Kabupaten Boven Digoel. “Saya memberikan jaminan bahwa semua data sudah lengkap dan tidak ada persoalan lagi,” tegasnya. (Jubi/Frans L  Kobun)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TIM DEPDAGRI RICEK LANGSUNG  DOB DI SELATAN PAPUA