ADA LATIHAN PAKAI KONDOM DI PANIAI

share on:
Di sela-sela pelatihan, trainer sedang memperlihatkan cara pakai kondom. (Jubi/Istimewa)
Di sela-sela pelatihan, trainer sedang memperlihatkan cara pakai kondom. (Jubi/Istimewa)

Jayapura, 24/2 (Jubi)  – Di tengah pro kontra sosialisasi kondom, Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Paniai menggelar pelatihan penggunaan alat kontrasepsi itu sejumlah orang-orang pilihan, yang kelak akan diterjunkan bersosialisasi hingga ke pelosok Painai.

Direktur Eksekutif YAPKEMA Paniai, Hanok Herison Pigai mengatakan, pada Jumat (21/2) baru-baru, pihaknya telah mengadakan pelatihan dimaksud di Enarotali.

Kepada tabloidjubi.com, Senin (24/2) siang, Hanok menjelaskan, pelatihan mengenai cara pakai kondom tersebut diikuti 6 orang koordinator lapangan yang selanjutnya akan diterjunkan ke distrik Kebo, Paniai Barat, Yatamo, Paniai Timur, dan distrik Bibida.

Dia menjelaskan, karena perilaku gonta ganti pasangan di daerah ini sangat tinggi, maka YAPKEMA sebagai sebuah LSM peduli HIV/AIDS terus mendorong penyiapan tenaga penyuluh dengan memberi pembekalan materi yang nantinya diteruskan kepada warga di kampung-kampung.

“Sangat penting, agar orang bisa menghindari diri dari bahaya virus mematikan ini,” tukas Pigai.

Berdasarkan hasil survei YAPKEMA Paniai pada November 2013, dari 407 responden atau sekitar 38 persen warga setempat, mengaku pernah gonta-ganti pasangan atau tidak setia pada pasangan hidupnya (istri).

Dari data itu, yang berhubungan seks pakai kondom sebanyak 14 persen, sedangkan 74 persen sisanya tidak menggunakan kondom.

Bertolak dari situ, Pigai memandang penyuluhan kepada warga sangat penting dilakukan. Salah satunya adalah bagaimana cara memakai kondom jika berhubungan badan. “

Untuk itu pihaknya merancang strategi edukasi kepada masyarakat, kondom adalah salah satu upaya pencegahan dari serangan HIV.

Menanggapi hal itu, Mama Yulince, salah seorang warga, meminta kaum pria jangan suka “jajan” di luar rumah. Jika tidak, virus mematikan itu bisa jadi “oleh-oleh” bagi istri di rumah.

Pemuda terutama bapak-bapak harus sayang kami dan anak-anak di rumah,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Robby Kayame mengatakan, penanggulangan HIV/AIDS yang sudah diikrarkan di Lapangan Sepakbola Karel Gobai, Enarotali beberapa waktu lalu, akan terus dilanjutkan dengan berbagai kegiatan di lapangan.

Selain pemeriksaan darah, pihaknya memprogramkan penyuluhan langsung ke masyarakat.

Angka kematian akibat HIV/AIDS di Paniai diakui Robby, cukup tinggi. Pihaknya juga berupaya memberi pemahaman tentang hidup sehat dengan tidak melakukan seks bebas, menjaga kesehatan diri, makanan, minuman, juga sanitasi lingkungan sekitar. (Jubi/Markus You)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ADA LATIHAN PAKAI  KONDOM  DI PANIAI