JUMLAH ORANG MARIND-IMBUTI BERANGSUR-ANGSUR BERKURANG

share on:
Penggagas Dua Kmapung Lokal, Burhanudin Zein sedang berikan presentasi. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi (16/3)— Tokoh Masyarakat Marind, Kasimirus Gebze,mengungkapkan, orang Imbuti yang notabene sebagai pemilik hak ulayat dalam wilayah kota dan sekitarnya, berangsur-angsur mulai hilang. Jumlah penduduk dari tahun ke tahun bukan bertambah banyak, tetapi justru mengalami penurunan sangat drastis.

Hal itu disampaikan Kasimirus dalam sambutannya di Kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Imbuti sebelum pendeklarasian Kampung Imbuti serta Kampung Yobar Sabtu (15/3).

Menurutnya, dengan melihat penurunan jumlah orang Marind seperti itu, langkah yang harus dilakukan adalah penyelamatan dengan pembentukan dua kampung tersebut.

“Kita harus segera mengambil sikap. Tidak boleh membiarkan kondisi kehidupan masyarakat Marind-Imbuti yang dari waktu ke waktu, tidak berkembang bahkan jumlahnya makin menurun. Ya, saya sendiri sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada adik Burhanudin Zein agar diambil langkah cepat yakni pembentukan dua kampung itu,” tegasnya.

Dengan pembentukan dua kampung lokal itu, lanjut Kasimirus, tentu akan memberikan manfaat sangat besar bagi kelangsungan hidup orang Imbuti sendiri. Artinya, pemerintah juga akan memfokuskan perhatian dengan berbagai bentuk kegiatan pembangunan, termasuk anggaran yang diturunkan.

“Jika kedua kampung dimaksud sudah terbentuk dan jalan, maka stengah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), lebih baik difokuskan kepada orang Imbuti. Karena puluhan tahun lamanya, tidak mendapatkan sentuhan pemerintahan dengan baik,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Tokoh Masyarakat Imbuti, Waros Gebze. “Saya kira ini adalah langkah paling tepat untuk menyelamatkan orang Imbuti yang hampir tidak diperhatikan dengan baik. Karena selama ini, mereka hidup di bawah Kelurahan Samkai yang lebih banyak didominasi para pendatang,” katanya.

Diharapkan kepada semua komponen terkait, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke agar memberikan dukungan terhadap pembentukan dua kampung lokal itu.  Langkah awal sudah dilaksanakan dengan deklarasi dan dukungan penuh dari tujuh marga.

Penggagas pembentukan Kampung Imbuti dan Kampung Yobar, Burhanudin Zein, menambahkan pembacaan deklarasi serta penandatanganan dukungan sudah dilakukan. Tinggal saja, dukungan yang ada diserahkan ke Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.

“Kita harus punya suatu komitmen bahwa tahun ini, pencanangan dua kampung dimaksud, harus dilakukan,” tutur Burhan. (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JUMLAH ORANG MARIND-IMBUTI  BERANGSUR-ANGSUR BERKURANG