KONI MIMIKA SAMBUT POSITIF PERUBAHAN PORPROV JADI KEJURDA

share on:
Papan Nama KONI Papua (Jubi/Roberth Wanggai)
Papan Nama KONI Papua (Jubi/Roberth Wanggai)

Timika, 22/3 (Jubi) –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika menyambut positif atas Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Provinsi Papua, mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua yang sempat tertunda tahun 2013 lalu, yang akhirnya dialihkan menjadi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Provinsi Papua tahun 2014 ini.

Surat Keputusan (SK), nomor 426/2307/SET, yang diterima KONI Mimika itu memuat Perubahan Kebijakan Olahraga Provinsi Papua menjadi Kejuaraan Daerah Bagi Cabang-cabang Olahraga Unggulan tahun 2014.

Sekretaris Harian KONI Mimika, John Baransano,  mengatakan,dengan surat itu membatalkan Surat Keputusan Gubernur Papua sebelumnya, Nomor 105 tahun 2013, tentang penyelenggaraan Porprov Papua I tahun 2013 di Jayapura.

Jadi surat ini diedarkan ke seluruh Walikota dan Bupati se-Papua, kemudian diteruskan kes Ketua Umum KONI Kabupaten dan Kota se-Papua, tapi sebelumnya KONI Mimika sudah mengirim beberapa cabang olaharaga untuk mengtikuti Kejurda, ada yang sudah kembali, dan nanti ada yang berangkat lagi,” ujar Baransano, di Timika, Sabtu (22/3).

Pengalihan itu , kata john, diindikasikan berdasarkan prestasi atlet Papua pada PON terakhir dan hasil yang dicapai pada Kejurnas tahun 2013 lalu, dimana tercatat prestasi perolehan emas yang dicapai atlet Papua relatif rendah.

Hal ini disebabkan lambatnya kaderisasi, regenerasi, atau seleksi atlet, rendahnya mutu kepelatihan, kompetensi pelatih dan wasit, “katanya.

Kendala lainnya, yakni pada sistem pembinaan dan peningkatan prestasi yang tidak terfokus serta tidak berdasarkan pada skala prioritas Cabang Olahraga (Cabor) unggulan, proses pemasalan, pembibitan dan teknologi, dan juga serba keterbatasan sarana, prasarana, dan terbatasnya dana dalam menunjang pembinaan berkelanjutan.

Dikatakan, selain itu pembinaan atlet junior belum dilakukan secara berkelanjutan dan fokus pada potensi atlet yang dimiliki

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, dalam surat tersebut di atas menyampaikan, bahwa kebijakan yang diambil tersebut adalah untuk pembinaan olahraga di Papua, terutama prioritas pembinaan atlet junior dan senior pada cabang – cabang olahraga unggulan.

Pembinaan itu yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Kejurda, TC dan mengikuti berbagai event nasional 2014, Pra PON XIX tahun 2015 dan PON XIX tahun 2016 menuju Pekan Olahraga Nasonal (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Para bupati/walikota, KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang – cabang olahraga unggulan kbupaten/ kota dapat menyiapkan dan mengirimkan para atlet terbaik untuk mengikuti ajang Kejurda, dengan biaya perjalan pulang pergi, makan dan penginapan di tanggung oleh masing – masing daerah,” tutur Lukas Enembe, dalam SK-nya.

Lukas Enembe berharap, para bupati/walikota dan KONI kabupaten/kota supaya dapat mendukung penuh kegiatan Kejurda Provinsi Papua dengan mengirimkan atlet unggulan dari masing – masing daerah.

Dukungan yang sungguh – sungguh dari bupati/walikota, sehingga terbentuk tim Atlet Papua yang mampu berprestasi emas pada event nasional 2014, Pra PON XIX tahun 2015 dan PON XIX tahun 2016 di Bandung,” tandasnya. (Jubi/Eveerth)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KONI MIMIKA SAMBUT POSITIF PERUBAHAN PORPROV JADI KEJURDA