CHARLES: DI TAMBANG EMAS DEGEUWO, PRAKTEK PROSTITUSI TINGGI

share on:
Ilustrasi Emas Batangan. (Doc.Jubi)
Ilustrasi Emas Batangan. (Doc.Jubi)

Jayapura, 28/3 (Jubi) – Anggota DPR Papua, Charles Simare-mare mengaku kuatir akan dampak buruk dari pertambangan rakyat di Degeuwo, Kabupaten Paniai, Papua. Pasalnya, praktek prostitusi di wilayah tambang emas itu cukup tinggi.

Selain itu juga peredaran minuman keras (miras) beralkohol di lokasi itu bisa berdampak buruk. Yang dikuatirkan, penularan penyakit HIV/AIDS. Saya beberapa hari lalu dari lokasi itu, dan memang daerahnya terpencil. Akses ke sana hanya dengan pesawat berbadan kecil,” kata Chareles, Jumat (28/3).

Akibat sulitnya akses transportasi ke wilayah pertambangan itu, menurutnya pemerintah setempat jarang mengunjungi wilayah tersebut. Hanya saja, kata Charles, masyarakat sekitar mengaku pertambangan rakyat itu menaikkan perekonomian warga setempat.

Ya masyarakat mengaku begitu. Kondisi perekonomian masyarakat meningkat meski harga barang terbilang lebih mahal. Lokasi itu di tengah hutan, tapi ada listrik dan jaringan telepon di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan, mata pencarian masyarakat setempat adalah menambang tradisonal atau tambang rakyat. Mereka melubangi gunung untuk mencari emas. Hanya saja, lanjut dia,  praktek prostitusi di wilayah itu cukup pesat.

Itu yang dikhawatirkan. Kenapa pemerintah tidak memantau itu. Jika dibiarkan, penyebaran penyakit HIV/AIDS itu yang ditakutkan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Fred Boray mengatakan , Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta tambang emas Degeuwo segera ditutup, karena dianggap memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Di lokasi ini marak bisnis prostitusi yang pembayarannya ditukar dengan emas. Sebenarnya wilayah itu sudah harus diintervensi, karena sampai sekarang jumlah penambangnya hampir 10 ribu orang lebih,” ujarnya.

Kata Fred, pertambangan emas tersebut hampir keseluruhan tidak mempunyai punya izin, sedangkan emasnya terus dikeruk.

Seharusnya pemerintah kabupaten serius karena instruksi gubernur. Tapi kabupaten tidak bisa melaksanakannya,” katanya. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  CHARLES: DI  TAMBANG EMAS DEGEUWO, PRAKTEK PROSTITUSI TINGGI